Industri Pengolah Sampah Jadi Listrik Segera Berdiri di Ngentrong Trenggalek, Investasi Rp 1,9 T

oleh
oleh
Trenggalek bersiap punya fasilitas pengolahan sampah modern. Industri ini akan mengubah sampah jadi energi listrik ramah lingkungan.
Trenggalek bersiap punya fasilitas pengolahan sampah modern. Industri ini akan mengubah sampah jadi energi listrik ramah lingkungan.

TRENGGALEK, bioztv.id – Trenggalek bersiap punya fasilitas pengolahan sampah modern. Industri ini akan mengubah sampah jadi energi listrik ramah lingkungan. Nilai investasinya fantastis, mencapai Rp 1,9 triliun. Proyek ini akan berlokasi di Desa Ngentrong, Kecamatan Karangan. Pembangunan dimulai setelah Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan PT. Concentric Industries Indonesia menandatangani perjanjian kerja sama (PKS).

Solusi Sampah dan Energi Baru

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Trenggalek, Muyono, menjelaskan tujuan proyek ini. “Kami ingin mengatasi masalah pengelolaan sampah,” kata Muyono. “Sekaligus menghadirkan energi baru terbarukan bagi daerah,” tambahnya.

PKS ini berlaku selama 30 tahun. Lahan seluas 9,8 hektare di Ngentrong, milik pemerintah daerah, menjadi lokasi proyek. Muyono menyampaikan ini pada Selasa, 21 Mei 2025.

Pemerintah daerah berkomitmen menyediakan minimal 150 ton sampah per hari. Sampah ini bukan hanya limbah rumah tangga. Industri juga akan memproses sampah domestik dan sisa panen seperti jerami.

Teknologi Canggih Tanpa Limbah

Muyono menegaskan, teknologi yang digunakan sangat berbeda. “Kami memakai sistem kimia canggih,” jelasnya. Proses pengolahan sampah ini tidak menghasilkan limbah cair. “Limbah hasil pengolahan akan diproses kembali untuk pemanasan,” kata Muyono. Teknologi ini aman bagi lingkungan dan permukiman sekitar.

Manfaat Ekonomi dan Sosial

Industri ini membuka banyak peluang. Warga sekitar dapat merasakan manfaat ekonomi. Mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal hingga penerimaan pendapatan daerah. Pendapatan ini berasal dari sewa lahan dan golden share 5 persen dari nilai investasi setelah lima tahun beroperasi.

Percontohan Nasional dari Trenggalek

Direktur Utama PT. Concentric Industries Indonesia, Asep Nugroho, optimis terhadap proyek ini. Ini adalah proyek perdana perusahaan di Indonesia. Teknologi modern ini sebelumnya hanya ada di Amerika dan Eropa.

“Kami memilih Trenggalek karena birokrasinya sederhana,” ujar Asep. “Pemerintah daerahnya sangat terbuka,” tambahnya. Asep berharap, proyek ini menjadi percontohan nasional.

Industri ini akan memproduksi listrik hingga 15 Megawatt. Selain listrik, mereka juga menghasilkan produk turunan lain. Ada pupuk organik, air bersih hingga 3 juta liter per hari, aquaponik, hidroponik, dan data center.

“Kami ingin mengembangkan kawasan ini menjadi pusat industri pengolahan terpadu,” kata Asep. “Ini bisa memberi manfaat ekonomi luas bagi masyarakat,” tambahnya.

Progres Cepat, Sosialisasi Menyeluruh

Kuasa CEO PT. Concentric Industries AS, Edi Siswanto, juga putra asli Trenggalek, yakin proyek ini berjalan lancar. Pasokan sampah di TPA Srabah saat ini mencapai sekitar 140 ton per hari. “Tinggal kurang 10 ton saja,” kata Edi. “Itu bisa dicapai,” tambahnya.

Targetnya, setelah PKS, semua perizinan selesai dalam tiga bulan. Setelah itu, pembangunan akan segera dimulai.

Pihak perusahaan berkomitmen melakukan sosialisasi. Mereka akan turun ke desa Ngentrong. Sosialisasi ini membahas dampak, manfaat, dan kompensasi bagi masyarakat. Pembangunan proyek ini diperkirakan selesai dalam dua tahun. Target operasi penuh pada 2027 hingga 2028. Selain menjual listrik ke PLN, sebagian energi juga bisa bermanfaat untuk masyarakat sekitar.

“Besok kami juga mulai turun ke desa, sosialisasi, libatkan perangkat desa dan warga. Kami ingin masyarakat ikut punya andil dalam proyek ini,” tutup Edi.(CIA)

Views: 3516