Ekonomi Trenggalek Terseok, Pertumbuhan Mentok di Bawah 5%, IPM Jauh Tertinggal dari Daerah Lain

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Trenggalek sepanjang 2024 belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan signifikan. Berdasarkan data dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Trenggalek 2024, laju pertumbuhan ekonomi daerah ini tercatat hanya 4,71 persen. Angka ini justru melambat dibanding capaian tahun sebelumnya yang berada di angka 4,92 persen.

Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, menyebut kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah. Menurutnya, capaian di bawah lima persen selama tiga tahun berturut-turut menunjukkan perlunya langkah serius dan terobosan nyata, bukan sekadar program rutin yang tidak berdampak langsung ke masyarakat.

“Harapan teman-teman itu di atas lima persen loh. Tapi ya memang susahnya minta ampun di kondisi ekonomi kita yang sedang-sedang saja seperti ini. Maka perlu terobosan, jangan cuma berjalan di tempat,” tegas Doding.

Doding juga menegaskan, kondisi stagnasi ini bukan semata akibat faktor domestik. Doding menyebut, situasi ekonomi nasional dan global ikut mempengaruhi, mulai dari fluktuasi nilai tukar rupiah hingga harga komoditas. Namun, hal itu seharusnya tidak menjadi alasan untuk menyerah, melainkan memacu pemerintah daerah agar lebih agresif memacu sektor-sektor yang berdampak langsung terhadap ekonomi rakyat.

“Yang mempengaruhi banyak sekali faktor. Tapi kan kita bisa dong dorong sektor UMKM, tingkatkan daya beli masyarakat, dan ciptakan iklim usaha yang lebih bergairah,” tambahnya.

Data LKPJ 2024 menunjukkan:

  • Pengangguran turun tipis (-0,62%) menjadi 3,9%, tapi masih lebih tinggi dari pra-pandemi (2021: 3,53%).
  • Kemiskinan hanya berkurang 0,18% (10,45% di 2024).
  • Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik ke 72,47, tetapi jauh di bawah rata-rata Jatim (75,35). Bahkan, Trenggalek ketinggalan dari Sidoarjo (82,67), Surabaya (84,69), hingga Yogyakarta (89,10).

Sesuai data LKPJ 2024, selain pertumbuhan ekonomi yang seret, angka pengangguran terbuka di Trenggalek tahun ini memang turun dari 4,52 persen menjadi 3,9 persen. Namun penurunan itu masih dinilai belum signifikan. Begitu juga dengan angka kemiskinan yang hanya turun tipis 0,18 persen menjadi 10,45 persen.

Capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Trenggalek tahun 2024, diketahui masih berada di bawah rerata Jawa Timur. IPM Trenggalek tercatat 72,47, jauh tertinggal dibanding Kabupaten Sidoarjo, Surabaya, hingga Kota Yogyakarta yang telah menyentuh angka 82 hingga 89.

Sesuai hasil evaluasi DPRD Trenggalek, kondisi ini menunjukkan bahwa kualitas hidup masyarakat Trenggalek masih jauh dari harapan. Padahal, IPM menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan SDM dan daya saing sebuah daerah.

Lemahnya akselerasi pembangunan SDM dan terbatasnya program pemberdayaan ekonomi diduga menjadi salah satu penyebab. Sayangnya, dalam dokumen LKPJ tersebut, pemerintah daerah tidak secara terbuka menyampaikan faktor penghambat maupun kendala lapangan yang dihadapi.

Doding pun mengingatkan, pemerintah daerah wajib menyajikan analisis penyebab stagnasi ini secara jujur dan terbuka agar bisa menjadi bahan evaluasi bersama.

“Ini bukan soal laporan angka saja. Harus dibuka apa masalahnya, agar ke depan bisa diperbaiki. Jangan sampai tiap tahun begini terus,” tandasnya.(CIA)

Views: 15