TRENGGALEK, bioztv.id – Perjuangan panjang seorang nenek pedagang jamu keliling asal Trenggalek akhirnya terbayar. Sarinah (75), warga Dusun Duwet, Desa Ngetal, Pogalan, resmi menjadi salah satu dari 416 jemaah haji asal Trenggalek yang akan berangkat ke Tanah Suci tahun ini. Pencapaian ini merupakan mimpi yang ia kejar dengan menabung sedikit demi sedikit selama seperempat abad.
Dari Pensiunan Pegawai Yayasan Pendidikan Swasta ke Pedagang Jamu Keliling
Sarinah memulai perjuangannya sejak pensiun sebagai salah satu pegawai di yayasan pendidikan swasta. Tanpa menyerah pada usia, ia memilih berjualan jamu dan kudapan tradisional ke berbagai kantor pemerintahan di Trenggalek. Meski hanya berpenghasilan sekitar Rp 50 ribu per hari, Sarinah tak pernah lelah menyisihkan uang sedikit demi sedikit. Hasil dagangan itulah yang perlahan ia kumpulkan, hingga akhirnya mampu melunasi ongkos haji dan mendapat jadwal berangkat ke Tanah Suci.
“Saya dapat uang untuk menabung haji dari jualan jamu dan jajanan. Setiap hari keliling, dari Polres, Dinas Pariwisata, sampai kantor-kantor pemda. Dalam sehari, untungnya sekitar Rp50 ribu, lalu saya tabung pelan-pelan,” ujar Sarinah dengan mata berbinar.
Kegigihannya tak kenal lelah. Dengan gendongan berisi jamu dan makanan tradisional, ia menyusuri jalanan Trenggalek, menawarkan dagangannya dari pintu ke pintu.
Tabungan Kecil yang Akhirnya Terkumpul
Butuh kesabaran ekstra untuk mewujudkan impiannya. Dengan ketekunan dan kesabaran, Sarinah menabung selama 25 tahun dari hasil berjualan jajanan dan jamu keliling. Setiap hari, ia mengayuh langkah kaki sambil menggendong dagangannya, berkeliling ke berbagai kantor instansi pemerintahan di Trenggalek, hingga ke pemukiman warga.
“Alhamdulillah, tabungan saya akhirnya lunas. Saya dijadwalkan berangkat ke Asrama Haji Surabaya pada 2 Mei, lalu terbang ke tanah suci esok harinya,” tuturnya penuh syukur.
Inspirasi Ketekunan di Usia Senja
Kisah perjuangan Sarinah menjadi inspirasi di tengah masyarakat, bahwa niat baik dan usaha yang konsisten, sekecil apa pun, bisa berbuah manis pada waktunya. Sebuah perjalanan panjang yang akhirnya berujung bahagia di Tanah Suci, menjadi kisah yang patut diteladani bagi siapa saja yang tengah memperjuangkan mimpi.
“Saya ingin membuktikan, selama ada kemauan dan kesabaran, Allah pasti beri jalan,” katanya.
Tahun 2025 ini, Kabupaten Trenggalek sendiri memberangkatkan 416 calon jemaah haji. Sebanyak 376 orang akan bertolak ke Tanah Suci pada 3 Mei, sementara 70 jemaah lainnya tergabung dalam kloter 45 yang akan berangkat pada 14 Mei 2025 mendatang.
Menariknya, di tahun ini juga tercatat 63 jemaah cadangan asal Trenggalek yang telah melunasi biaya haji. Dari jumlah tersebut, 43 orang dipastikan berangkat, sementara 3 jemaah memutuskan menunda keberangkatan, dan 17 lainnya masih menunggu kepastian seat tahun ini atau diprioritaskan untuk tahun depan.
Kisah perjuangan Sarinah tidak hanya menginspirasi warga Trenggalek, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kesabaran dan kerja keras selalu membuahkan hasil. Semoga perjalanan ibadah hajinya lancar dan penuh berkah. (CIA)
Views: 17

















