TRENGGALEK, bioztv.id – Setelah selamat dari tragedi berdarah di Hotel Bukit Jaas Permai, AMN (9), anak korban pembunuhan berencana di Trenggalek, kini telah dipulangkan dari rumah sakit. Namun pemulihan luka fisik hanyalah permulaan. Trauma mendalam yang membekas akibat menyaksikan sendiri ibunya dibunuh dan dirinya menjadi sasaran kekerasan, kini jadi fokus utama.
Pemerintah dinilai harus bergerak lebih cepat untuk menyelamatkan kondisi psikologis korban. Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Trenggalek menyatakan akan memberikan pendampingan psikologi klinis bagi bocah asal Ponorogo tersebut.
“Ini memang murni pidana, bukan KDRT. Tapi karena ada anak yang menjadi korban, maka fokus kami adalah mendampingi pemulihan psikologisnya,” ujar Plt Kepala Dinsos P3A Trenggalek, Christina Ambarwati.
Pendampingan yang akan dilakukan bersifat lintas wilayah, mengingat AMN merupakan warga Desa Pangkal, Kecamatan Sawoo, Ponorogo, meskipun banyak beraktivitas dan bersekolah di Trenggalek.
“Kita akan berkoordinasi dengan Dinsos Ponorogo dan UPTD Provinsi Jatim untuk pendampingan psikologi klinis. Kami juga akan kunjungi langsung rumah korban,” ungkap Christina.
AMN menjadi saksi hidup sekaligus korban dalam tragedi sadis tersebut. Ibu kandungnya, YN (34), tewas di tangan kekasihnya sendiri, Slamet Effendy (41), yang menganiaya keduanya menggunakan palu saat berada di dalam kamar hotel Bukit Jaas Permai.
Di tengah proses hukum yang masih berjalan, Dinsos memastikan AMN akan mendapatkan pendampingan khusus ketika dimintai keterangan sebagai saksi.
“Kami akan pastikan anak ini tidak sendirian dalam menghadapi proses penyidikan. Kami dampingi agar dia tidak makin trauma,” tegas Christina.(CIA)
Views: 12

















