Modus Baru Pencurian di Trenggalek, Ngaku dari Panti Asuhan Jualan Stiker Doa & Embat Dompet Warga

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Aksi pencurian bermodus permintaan sumbangan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Trenggalek. Kali ini, korbannya adalah Rusmini (69), warga RT 03 RW 08 Desa Wonorejo, Kecamatan Gandusari. Pelaku berpura-pura sebagai utusan yayasan panti asuhan dan beraksi di siang bolong.

Kejadian berlangsung pada Selasa (15/4/2025) sekitar pukul 13.20 WIB. Saat itu, Rusmini sendirian di rumah. Ia sempat menyangka pelaku datang untuk mengambil uang iuran WiFi.

“Saya pikir dia orang WiFi. Tapi dia bilang dari panti asuhan, minta sumbangan. Saya kasih uang seadanya,” cerita Rusmini dengan suara lirih saat ditemui di rumahnya.

Ia bahkan sempat berbincang dan bercerita bahwa dirinya sudah tidak bisa bekerja dan hanya mengandalkan kiriman dari anak.

Namun, momen akrab itu berubah menjadi mimpi buruk. Setelah pelaku pamit, Rusmini menuju dapur. Tak lama, ia mendengar suara gorden bergeser dari arah ruang tamu. Kecurigaan pun muncul.

“Saya curiga. Waktu saya balik ke ruang tamu, dompet saya di atas meja TV sudah hilang,” katanya.

Rusmini langsung berlari keluar rumah. Ia masih melihat pelaku berjalan tak jauh dari rumahnya. Dalam kondisi panik, ia membangunkan anaknya yang sedang tidur di kamar depan.

Keduanya lalu mengejar pelaku dan berhasil menangkapnya tak jauh dari lokasi.

“Anak saya yang minta pelaku jujur. Tapi dia tetap diam. Badannya gemetar, saya cuma bisa duduk lemas sambil menangis,” ujar Rusmini yang masih tampak trauma.

Karena pelaku tak juga mengaku, sang anak mencari dompet Rusmini di sekitar jalan yang sempat dilalui. Benar saja, dompet itu ditemukan di semak-semak dekat kebun. Isinya masih utuh, kecuali uang tunai sebesar Rp150 ribu yang raib.

“Uangnya memang tidak banyak, tapi dalam dompet ada ATM, KTP, dan STNK motor. Saya takut kalau sampai disalahgunakan,” tegasnya.

Tak lama berselang, aparat dari Polsek Gandusari datang ke lokasi. Pelaku kemudian dibawa ke kantor polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Gandusari, IPTU Suhadi, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya kini tengah mendalami kemungkinan pelaku merupakan bagian dari sindikat serupa.

“Pelaku mengaku berasal dari Banjarmasin dan kemungkinan tidak beraksi sendiri. Kami masih lakukan pengembangan,” ujar IPTU Suhadi.

Kini, Rusmini hidup dalam rasa waswas. Sejak suaminya meninggal, ia tinggal bersama anaknya. Ia mengaku tak tenang setiap kali ada orang asing datang ke rumah.

“Saya takut. Sekarang saya minta anak saya kunci pintu setiap kali keluar rumah. Saya tidak ingin kejadian ini terulang,” ucap Rusmini sambil menahan air mata.

Polisi mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap orang tak dikenal yang datang meminta sumbangan.

“Kami mengimbau agar warga juga segera melapor jika menemukan hal mencurigakan,” pungkas Kapolsek.(CIA)

Views: 2