TRENGGALEK, bioztv.id – Di tengah tekanan ekonomi yang masih membayangi berbagai sektor usaha, PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Jwalita Trenggalek justru menunjukkan performa impresif. Bank milik Pemerintah Kabupaten Trenggalek ini terus memperkuat posisinya sebagai salah satu penyumbang pendapatan terbesar bagi kas daerah.
Manajemen BPR Jwalita mencetak laba bersih sebesar Rp2,8 miliar sekaligus menyetor Pendapatan Asli Daerah (PAD) senilai Rp1,48 miliar. Capaian tersebut menempatkan BPR Jwalita sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan kontribusi dan kinerja terbaik di Kabupaten Trenggalek.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Trenggalek, Cusi Kurniawati, menilai capaian tersebut membuktikan kemampuan BPR Jwalita dalam menjalankan fungsi bisnis sekaligus mendukung keuangan daerah.
“Manajemen berhasil mencatat laba bersih sekitar Rp2,8 miliar dan menyetor dividen ke PAD mencapai Rp1,483 miliar. Dari empat BUMD yang kami miliki, PT BPR Jwalita mencatat kinerja terbaik,” ujar Cusi Kurniawati.
Jadi Andalan Penyumbang PAD
BPR Jwalita tidak hanya membukukan laba yang besar, tetapi juga secara konsisten memperkuat pendapatan daerah melalui setoran dividen setiap tahun.
Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Trenggalek telah menanamkan penyertaan modal sebesar Rp20,837 miliar di BPR Jwalita. Pemkab juga menguasai mayoritas saham perusahaan tersebut.
“Sampai saat ini, nilai saham yang kami tanamkan di BPR Jwalita mencapai Rp20,837 miliar. Pemda menguasai 98,7 persen saham, sedangkan pihak non-Pemda memegang sekitar 1,3 persen,” jelas Cusi.
Dominasi kepemilikan saham tersebut membuat keuntungan yang diraih perusahaan langsung berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan daerah.
Pemkab Tambah Modal Rp10 Miliar
Melihat tren bisnis yang terus tumbuh positif, Pemerintah Kabupaten Trenggalek memutuskan memperkuat permodalan BPR Jwalita. Bersama DPRD Trenggalek, Pemkab telah mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) tentang tambahan penyertaan modal sebesar Rp10 miliar.
Pemkab akan mengucurkan dana tersebut secara bertahap dalam dua tahun anggaran. Pada 2027, pemerintah daerah mengalokasikan Rp5 miliar, kemudian menambah Rp5 miliar lagi pada 2028.
“Kami sudah mengesahkan Perda penyertaan modal tersebut. Kami mengalokasikan total Rp10 miliar dalam dua tahun anggaran, masing-masing Rp5 miliar pada 2027 dan 2028 agar tidak membebani kondisi keuangan daerah,” terang Cusi.
Setelah seluruh tambahan modal terealisasi, nilai saham Pemkab di BPR Jwalita diperkirakan meningkat hingga sekitar Rp30,8 miliar.
“Kami berharap tambahan modal ini mampu meningkatkan kapasitas usaha perusahaan sehingga mereka bisa mencatatkan kinerja yang lebih baik lagi,” tambahnya.
Fokus Dorong Pertumbuhan UMKM
BPR Jwalita juga bersiap memperluas layanan bisnis setelah berganti nomenklatur dari Bank Perkreditan Rakyat menjadi Bank Perekonomian Rakyat.
Perubahan tersebut membuka peluang yang lebih luas bagi perusahaan untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi daerah, khususnya sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Pemkab Trenggalek berharap BPR Jwalita tidak hanya menjalankan fungsi perbankan semata, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan.
“Status baru sebagai Bank Perekonomian Rakyat memberikan ruang lingkup usaha yang lebih luas. Kami ingin bank ini lebih agresif membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM yang membutuhkan akses permodalan,” ujar Cusi.
Kredit Cepat dan Jemput Bola
Dari sisi pelayanan, manajemen BPR Jwalita terus menyederhanakan proses pembiayaan agar masyarakat lebih mudah mengakses kredit usaha.
Perusahaan juga menerapkan layanan jemput bola untuk mempercepat proses pengajuan dan pencairan kredit.
“Kami merancang sistem kredit yang lebih mudah dan terus meningkatkan kualitas pelayanan. Jika nasabah sibuk, petugas kami siap mendatangi lokasi. Bahkan, tim bisa menyelesaikan proses pencairan dalam waktu satu hari kerja,” jelas Cusi.
Dengan laba miliaran rupiah, kontribusi PAD terbesar di antara BUMD, serta dukungan tambahan modal dari pemerintah daerah, BPR Jwalita kini memegang peran penting dalam memperkuat perekonomian daerah sekaligus memperluas akses permodalan bagi pelaku UMKM di Kabupaten Trenggalek.(CIA)
Views: 5
















