Proyek JLS di Trenggalek Berlanjut, Pemkab & Pemprov Patungan untuk Pembebasan Lahan

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Rencana kelanjutan pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) di Trenggalek kembali mendapat titik terang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek memastikan proyek strategis ini tetap berjalan dengan pembagian peran antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat. Pada Tahun ini, Pemkab Trengalek dan Pemprov Jatim akan patungan anggaran untuk pembebasan lahan.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin atau yang akrab disapa Mas Ipin, mengonfirmasi bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan memberikan Bantuan Keuangan (BK) untuk mengganti sebagian dana yang dianggarkan oleh Pemkab Trenggalek dalam pembelian lahan. Hal ini menjadi sinyal positif bahwa proyek JLS tetap mendapat perhatian serius dari pemerintah.

“Proses pembelian lahan tetap akan diseriusi. Ini juga masuk dalam Nawacita Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, sehingga saya rasa ke depan JLS tetap menjadi prioritas,” ujar Mas Ipin.

Anggaran Rp 30 Miliar untuk Pembebasan Lahan

Pemkab Trenggalek sendiri rencananya akan mengalokasikan dana sekitar Rp 30 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 untuk pembebasan lahan di Kecamatan Watulimo dan Munjungan. Mas Ipin menegaskan bahwa proyek ini menjadi tanggung jawab bersama, dengan pembagian tugas yang jelas antara pemerintah daerah dan pusat.

“Kita sudah menganggarkan untuk pengadaan tanah. Pemerintah daerah bertugas menyiapkan lahan, sementara provinsi membantu subsidi melalui BK. Selanjutnya, pembangunan JLS menjadi kewenangan pemerintah pusat,” imbuhnya.

JLS sendiri merupakan jaringan jalan utama yang membentang dari Pacitan di barat hingga Banyuwangi di timur, melintasi Trenggalek, Tulungagung, Blitar, dan Malang. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan membuka akses pariwisata di pesisir selatan Jawa Timur.

Proyeksi Penyelesaian JLS Trenggalek-Tulungagung-Blitar

Sesuai rencana, ruas JLS Trenggalek-Tulungagung-Blitar akan mulai tersambung pada pertengahan 2025. Pemerintah Kabupaten Trenggalek berharap, dengan dukungan pemerintah provinsi dan pusat, proyek ini dapat menjadi contoh keberhasilan kolaborasi antar-pemerintah dalam membangun infrastruktur strategis.

Namun, Mas Ipin mengingatkan bahwa kesuksesan proyek ini bergantung pada sinergi semua pihak.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dari pemerintah provinsi, pusat, dan partisipasi masyarakat sangat penting untuk memastikan JLS bisa terwujud sesuai target,” pungkasnya.(CIA)

Views: 28