Pengadaan Tanah Bendungan Bagong Alot, 2 NIS Tersendat di BPN & Sanggahan Mandek di KJPP

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Proses pengadaan tanah untuk pembangunan Bendungan Bagong di Kabupaten Trenggalek kembali menghadapi masalah. Setelah berbulan-bulan terhambat sanggahan warga, kini Panitia Pengadaan Tanah (P2T) justru terbentur kendala teknis di aplikasi Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Dua Nomor Induk Sementara (NIS) macet di sistem BPN, yakni NIS 304 milik Suparno dan NIS 472 milik Maryam. Masalah ini menambah panjang daftar polemik yang membelit proyek strategis nasional tersebut.

Sekretaris P2T, Yuli Efendi, menjelaskan bahwa sanggahan warga sejak 2024 belum tuntas karena Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) masih menahan dokumen untuk revisi.
“Sanggahan masih menunggu revisi dari KJPP,” tegas Yuli, Jumat (22/8/2025).

P2T Bagikan Daftar Nominatif ke Rumah Warga

Meski masalah belum selesai, P2T sudah mencetak daftar nominatif 25 NIS warga Desa Sengon, Kecamatan Bendungan, lalu mengantarkannya langsung ke rumah-rumah. Tim memilih langkah ini untuk memastikan dokumen benar-benar sampai ke pemilik lahan.

“Hari ini kami antarkan langsung ke masing-masing warga supaya tidak salah sasaran,” kata Yuli.

Namun, dua NIS tetap macet. NIS 304 milik Suparno tercatat hanya 1 meter persegi. Lahan tersebut sebenarnya sisa dari bidang tanah lain yang sudah terbayar melalui NIS 254. Pusat Data dan Informasi BPN meragukan apakah bidang sekecil itu berhak masuk skema ganti rugi.

“Pusat Data dan Informasi BPN sempat ragu, benarkah ada tanah seluas 1 m² yang bisa mendapat ganti rugi. Setelah kami jelaskan, mereka berjanji segera membantu memperbaiki aplikasi yang macet,” tambah Yuli.

Kasus kedua, NIS 472 milik Maryam, yang setelah dicek bersama Satgas A dan Tim Sekretariat P2T ternyata berada di luar Penetapan Lokasi (Penlok). Karena berada di luar Penlok, otomatis tanah itu tidak masuk daftar penerima ganti rugi.

Bendungan Bagong Terancam Molor Panjang

Pemerintah merancang Bendungan Bagong sebagai solusi pengendali banjir dan penyedia air baku untuk Kabupaten Trenggalek. Namun jika persoalan pengadaan tanah terus berlarut, masyarakat hanya bisa melihat proyek ini berhenti di atas kertas.

Views: 51