TRENGGALEK, bioztv.id – Manfaatkan dana dari badan amil zakat nasional (Baznas), uji coba makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek mulai menyasar Sekolah Luar Biasa (SLB) Kemala Bayangkari. Rencananya, program ini akan berlanjut hingga beberapa hari kedepan.
Uji coba MBG di SLB Kemala Bayangkari ini menyasar sekitar 180 siswa berkebutuhan khusus. Inisiatif ini merupakan lanjutan dari uji coba sebelumnya yang telah dilakukan di tingkat SD dan SMP. Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, sebelumnya juga menginstruksikan agar program ini diujicobakan di tingkat SMA, meskipun kewenangannya berada di pemerintah provinsi.
Launching MBG di SLB Kemala Bayangkari
Peluncuran uji coba MBG di SLB Kemala Bayangkari dilakukan oleh Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara, didampingi oleh Kapolres Trenggalek AKBP Indra Ranu Dikarta, Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi, Sekda Trenggalek Edy Soepriyanto, serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa meluncurkan uji coba makanan bergizi gratis di SLB Kemala Bayangkari. Sekolah ini memiliki siswa SD, SMP, dan SMA dengan total sekitar 180 anak-anak istimewa,” kata Syah.
Ia menambahkan bahwa uji coba ini akan berlangsung selama beberapa hari ke depan. Syah juga mohon doa dan dukungan agar program ini berjalan lancar
“Kami juga akan mengevaluasi dampaknya, tidak hanya bagi siswa tetapi juga bagi perekonomian lokal,” imbuhnya.
Menu Standar untuk Semua Siswa
Ketika ditanya apakah ada perbedaan menu untuk siswa berkebutuhan khusus, Syah menegaskan bahwa menu MBG mengikuti standar yang sama.
“Menu MBG harus memenuhi standar gizi minimal, yaitu nasi, sayur, lauk pauk, dan buah. Ini berlaku untuk semua siswa, termasuk di SLB,” jelasnya.
Untuk pelaksanaan uji coba kali ini, sebanyak 180 porsi makanan disiapkan oleh ibu-ibu dari Bayangkari.
“Ini juga menjadi bentuk pemberdayaan masyarakat Trenggalek,” tambah Syah.
Uji Coba di Empat Sekolah
Hingga saat ini, uji coba MBG telah dilakukan di empat sekolah di Trenggalek. Selain SLB Kemala Bayangkari, program ini juga telah diujicobakan di SDN 2 Sumbergedong dan dua SMP di Kecamatan Suruh.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek bertekad untuk melanjutkan uji coba ini di sekolah-sekolah lain, selama anggaran yang bersumber dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memungkinkan.
“Kami akan terus berupaya memperluas cakupan program ini agar lebih banyak siswa yang merasakan manfaatnya,” tegas Syah.
Tantangan dan Langkah ke Depan
Meski mendapat dukungan luas, program ini tetap menghadapi tantangan, terutama terkait ketersediaan anggaran dan logistik. Terlebih, hingga saat ini belum ada petunjuk resmi terkait pelaksanaan MBG, khususnya di Trenggalek
“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keberlanjutan program ini,” pungkas Syah.(CIA)
Views: 2

















