Trenggalek Siapkan Generasi Muda untuk Bekerja di Jepang & Korea Selatan dengan Kolaborasi Inovatif

oleh
oleh
Jumlah PMI formal ke Jepang masih sangat kecil, hanya 15 orang pada 2024
Jumlah PMI formal ke Jepang masih sangat kecil, hanya 15 orang pada 2024

TRENGGALEK, bioztv.id – Pemerintah Kabupaten Trenggalek terus berupaya membuka peluang kerja baru bagi generasi muda. Salah satu inisiatif terbarunya yang diluncurkan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja adalah kolaborasi dengan berbagai lembaga pelatihan, perusahaan penempatan tenaga kerja, hingga perbankan, untuk mempersiapkan calon pekerja migran Indonesia (PMI) ke Jepang dan Korea Selatan.

Jepang saat ini menghadapi krisis tenaga kerja akibat menurunnya tingkat kelahiran dan tingginya populasi lanjut usia. Negara tersebut semakin membuka pintu bagi tenaga kerja asing, termasuk dari Indonesia. Data terbaru menunjukkan jumlah PMI di Jepang mencapai 121.507 orang pada Januari 2025, dan kebutuhan ini diproyeksikan terus meningkat.

Untuk menjawab peluang ini, pada 22 Oktober 2025, digelar sosialisasi kerja ke Jepang dan Korea Selatan di Lapangan SMKN 2 Trenggalek. Acara ini dihadiri oleh 2.020 wali murid. Kepala SMKN 2 Trenggalek, Masrur Hanafi, menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendukung anak-anak mereka untuk mengambil peluang ini.

“Kesempatan ini sudah di depan mata. Ada kolaborasi dari pemerintah, lembaga pelatihan, perusahaan penempatan kerja, hingga perbankan. Kami optimis 80% lulusan SMKN terserap di dunia kerja, termasuk di Jepang dan Korea,” ujar Hanafi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Trenggalek, Heri Yulianto, menyebutkan bahwa jumlah PMI dari Trenggalek masih didominasi sektor informal di Taiwan dan Hongkong. Jumlah PMI formal ke Jepang masih sangat kecil, yakni hanya 15 orang pada 2024.

“Kesempatan ini bukan hanya untuk meningkatkan jumlah PMI formal, tetapi juga memperbaiki kesejahteraan masyarakat Trenggalek,” jelas Heri.

Kolaborasi ini juga melibatkan LPK Solusi Terampil Global yang memberikan pelatihan bahasa Jepang dan Korea langsung dari instruktur native speaker.

“Kami memberikan beasiswa pelatihan selama empat bulan agar calon pekerja siap, tidak hanya secara teknis tetapi juga mental.” ujar Penanggung jawab instruktur, Mr. Yoon Segui.

Direktur PT. Intersolusi Indonesia, Ester Tjandra, menjelaskan bahwa peluang kerja di Jepang mencakup bidang seperti manufaktur, welding, dan caregiver, dengan gaji rata-rata Rp20-25 juta per bulan. Sedangkan di Korea Selatan, peluang kerja meliputi sektor perikanan dan galangan kapal dengan gaji hingga Rp30-35 juta per bulan.

Disisi lain, perwakilan dari BPR Jwalita, Didik Saguh Wiyoso menjelaskan, Untuk mendukung pembiayaan, PT BPR Jwalita Trenggalek menawarkan kredit khusus PMI.

“Kami menyediakan pembiayaan hingga Rp100 juta untuk mempermudah calon PMI yang terkendala biaya keberangkatan.”

Inisiatif ini diharapkan tidak hanya membuka peluang kerja, tetapi juga meningkatkan taraf hidup masyarakat Trenggalek secara signifikan.

“Kami ingin generasi muda Trenggalek menjadi tenaga kerja kompeten yang mampu bersaing di tingkat global,” pungkas Heri.(CIA)

Views: 12