Warga Ngrandu Trenggalek Mengungsi Massal, Tanah Gerak Kian Parah Dengan Longsor Besar

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id –  Bencana tanah gerak yang melanda Desa Ngrandu, Kecamatan Suruh, semakin memprihatinkan. Longsor besar yang terjadi baru-baru ini memperluas area terdampak, memaksa 119 warga untuk mengosongkan rumah mereka.

Kondisi ini membuat jumlah pengungsi melonjak drastis dari sebelumnya hanya 23 warga. Kini, seluruh korban terdampak terpaksa mencari tempat tinggal sementara di rumah kerabat maupun lokasi pengungsian yang disediakan oleh pemerintah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Triadi Atmono, mengungkapkan bahwa dampak tanah gerak ini cukup signifikan. Saat ini ada 38 rumah, 43 kepala keluarga (KK), dan 119 jiwa yang terdampak. Mayoritas warga mengungsi ke rumah kerabat terdekat di Desa Ngrandu, Desa Puru, dan Desa Wonokerto di Kecamatan Suruh.

“Sebagian lainnya mengungsi ke Desa Pringapus dan Desa Sumber Bening di Kecamatan Dongko. Lokasi pengungsian terbanyak ada di Desa Ngrandu sendiri,” ujar Triadi.

Menurut Triadi, situasi di lokasi kejadian sudah tidak memungkinkan untuk ditinggali. Seluruh warga di kawasan tersebut telah dievakuasi bersama harta benda mereka.

“Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bersama jajaran Forkopimda telah melakukan pengecekan langsung di lapangan. Dengan kondisi yang ada, warga harus mengosongkan lpokasi tersebut,” tegasnya.

Bencana ini bermula saat hujan lebat mengguyur kawasan tersebut. Sulastri, salah satu warga terdampak, menceritakan pengalaman mencekamnya.

“Awalnya terjadi hujan deras, lalu tanah di sekitar permukiman mulai amblas. Tiba-tiba, air keluar dari dalam tanah di lokasi tanah gerak. Saat itu, saya langsung lari ke tempat aman,” ungkapnya dengan nada getir.

Ia menambahkan bahwa kondisi rumah-rumah di kawasan tersebut sudah hancur. Lantainya retak-retak, tanahnya amblas, bahkan sekitar rumah pun penuh retakan.

“Sekarang saya tidak berani lagi tinggal di sana,” ujar Sulastri.

Disisi lain Triadi juga menekankan, bencana ini menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Langkah darurat telah dilakukan untuk memastikan keselamatan warga, termasuk mengevakuasi seluruh penduduk di lokasi kejadian. Kini, BPBD bersama instansi terkait terus memantau situasi dan memberikan bantuan kepada para pengungsi.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan penanganan terbaik bagi warga terdampak,” tutup Triadi.(CIA)

Views: 3