Hingga 25 November, Trenggalek Masih Rawan Cuaca Ekstrem

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Kabupaten Trenggalek masih menghadapi ancaman bencana akibat cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga 25 November 2024. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah ini berpotensi mengalami bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.

Kepala BPBD Trenggalek, Triadi Atmono, menyatakan bahwa ancaman bencana ini merata di 14 kecamatan di kabupaten tersebut. Masing masing kecamatan memiliki karakteristik bencana yang beragam, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga potensi pohon tumbang.

“Perkiraan BMKG menyebutkan, dari tanggal 18 hingga 25 November 2024, potensi cuaca ekstrem masih cukup tinggi di Trenggalek,” ungkap Triadi.

Untuk mengurangi dampak bencana, BPBD Trenggalek telah melakukan berbagai upaya mitigasi. DIantaranya dengan meningkatkan kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) di setiap wilayah dengan dukungan dari TNI/Polri.

“Selain itu, kami juga menghimbau masyarakat untuk memperhatikan kondisi saluran irigasi dan membersihkan jembatan dari sampah yang dapat menghambat aliran air,” jelasnya.

Pihak BPBD juga telah menjalin koordinasi dengan Balai Besar Jalan Nasional dan stakeholder terkait untuk menyiagakan langkah antisipasi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah perampingan pohon-pohon yang berpotensi membahayakan saat angin kencang.

Dalam beberapa hari terakhir, bencana telah melanda tujuh kecamatan di Trenggalek. Triadi menyebut penanganan berjalan lancar berkat kolaborasi lintas sektor. Namun, BPBD Trenggalek tetap waspada terhadap segala kemungkinan yang terjadi, karena dampak cuaca ekstrem belum sepenuhnya berakhir.

“Alhamdulillah, seluruh titik bencana berhasil diatasi berkat sinergi pentahelix, melibatkan masyarakat, pemerintah, TNI/Polri, dan pihak lain,” paparnya.

Meski demikian, bencana yang terjadi minggu lalu telah menyebabkan satu korban jiwa akibat pohon tumbang. Triadi menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan seluruh pihak untuk menghadapi potensi bencana yang masih mengintai.

Dengan cuaca ekstrem yang masih mengancam, peran serta seluruh elemen masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan risiko bencana dan menjaga keselamatan bersama.

“Kami meminta masyarakat tetap waspada, khususnya di daerah-daerah yang rawan bencana. Jangan ragu melaporkan jika ada potensi bahaya di lingkungan sekitar agar bisa segera ditangani,” tutupnya.(CIA)

Views: 2