Warga Antusias Berebut Karangan Bunga Berupa Bibit Tanaman di Hari Jadi ke-830 Trenggalek

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Dalam rangkaian perayaan Hari Jadi ke-830 Trenggalek, sebuah tradisi unik berhasil menarik perhatian warga. Ratusan orang tampak antusias berebut karangan bunga yang kali ini berbeda dari biasanya, karena terdiri dari bibit tanaman dan bunga asli yang bisa ditanam. Warga rela berdesak desakkan untuk bisa mendapatkan bibit tanaman tersebut.

Karangan bunga yang berupa bibit tanaman buah buahan dan bunga asli ini ditempatkan di sekitar Pendopo Manggala Praja Nugraha. Salah satu warga yang turut berebut bibit, Olive, menceritakan pengalamannya. Ia rela bernagkat pagi pagi demi bisa menyaksikan prosesi kirab pusaka hari jadi Trenggalek ini.

“Saya datang sejak jam 8.00 WIB untuk melihat kirab pusaka, dan langsung lari ke pendopo untuk ikut berebut bibit. Meskipun harus desak-desakan dengan warga lain, akhirnya saya dapat bibit alpukat. Rencananya, bibit ini akan saya tanam di rumah,” ungkap Olive dengan wajah bahagia.

Senada dengan Olive, warga lainnya, Yana, juga merasakan kegembiraan yang sama. Menurut Yana, momen berebut bibit tanaman ini menjadi momen yang menyenangkan. Terlebih ia juga berhasil mendapatkan beberpa  bibit alpukat. Yana berharap bibit yang ia dapat bisa tumbuh subur di rumah.

“Saya ikut berebut bibit tanaman tadi, rasanya senang sekali, semoga bibit yang saya dapat bisa membawa berkah,” ujar Yana.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, yang akrab disapa Mas Ipin, turut memberikan keterangan mengenai konsep karangan bunga yang berbeda ini. Menurutnya, ide tersebut sudah beberapa tahun berjalan dan memiliki tujuan yang sangat penting.

“Karangan bunga ini sudah beberapa tahun kita terapkan. Ini sebagai wujud kepedulian terhadap pembangunan berkelanjutan,” jelas Mas Ipin.

Mas Ipin juga menambahkan,daripada membeli karangan bunga yang hanya dipajang dan kemudian mubazir, lebih baik dalam bentuk bibit tanaman yang bisa ditanam dan bermanfaat.

“Jadi karangan bunganya benar-benar bisa tumbuh dan berkembang, sehingga memberikan berkah lebih besar,”ungkapnya.

Tradisi ini tidak hanya memperkuat semangat kebersamaan warga, tetapi juga mendukung upaya pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan ketahanan pangan di Trenggalek.

“Semoga bibit yang dibagikan ini bisa tumbuh subur dan membawa manfaat bagi masyarakat.” pungkas Mas Ipin.(CIA)

Views: 0