Angka Kekerasan & Kriminalitas Anak di Trenggalek Meningkat, Mayoritas Pelaku Orang Terdekat

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Kasus kekerasan dan kriminalitas yang melibatkan anak di Kabupaten Trenggalek kian memprihatinkan. Data dari Kejaksaan Negeri Trenggalek menunjukkan peningkatan signifikan, dengan anak-anak tidak hanya menjadi korban, tetapi juga pelaku. Kasus yang mendominasi berupa kekerasan seksual dan fisik, dengan pelaku orang terdekat korban.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Trenggalek, Rio Irnanda, menjelaskan, jumlah Anak Berhadapan Hukum (ABH) atau anak di bawah umur yang menjadi korban atau pelaku kriminalitas pada Tahun 2024 ini  mengalami kenaikan.

“Pada semester 1 tahun 2024 ini, terdapat kurang lebih 11 anak yang menjadi korban kekerasan, sementara ada 3 anak yang menjadi pelaku. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2023, di mana sepanjang tahun hanya ada 12 anak korban dan tidak ada anak pelaku,” ujar Rio.

Pada tahun 2023, mayoritas kasus yang menimpa anak terkait penganiayaan ringan dan sebagian telah diselesaikan melalui tahap diversi. Karena, proses peradilan anak wajib mengupayakan diversi di setiap tahapannya.

“Semua tahapan mulai penyidikan, penuntutan, maupun persidangan harus dilakukan proses diversi,” jelas Rio

Rio  juga menyampaikan, jika jumlah anak yang terlibat kasus hukum pada tahun ini masih mungkin bertamba. Pasalnya, saat ini masih ada beberapa perkara yang melibatkan anak, yang sedang ditangani oleh kepolisian.

“Ada yang masih dalam tahap pemberian petunjuk, terutama untuk anak-anak yang menjadi korban,” ujarnya.

Untuk menekan angka keterlibatan anak dalam kasus hukum, Kejaksaan Negeri Trenggalek aktif melakukan program penyuluhan atau sosialisasi. Salah satunya melalui program Jaksa Masuk Sekolah.

“Kami memberikan pemahaman tentang posisi anak yang berhadapan dengan hukum agar mereka lebih berhati-hati dalam bergaul dan memilih teman, sehingga tidak menjadi korban atau pelaku pelanggaran hukum,” jelas Rio.

Yang memprihatinkan dalam kasus kekerasan terhadap anak di Trenggalek ini, mayoritas pelakunya adalah orang-orang terdekat, seperti orang tua, teman, guru, atau tetangga.

“Kasus-kasus terakhir ini menunjukkan bahwa anak-anak justru terancam oleh orang-orang yang seharusnya melindungi mereka,” jelas Rio..

Dengan peningkatan kasus kekerasan terhadap anak, Rio berharap masyarakat lebih waspada dan aktif dalam melaporkan setiap tindakan kekerasan yang terjadi, serta mendukung program-program pencegahan yang dilakukan oleh pihak berwenang.(CIA)

Views: 3