TRENGGALEK, bioztv.id – Pastikan stok dan kondisi BBM menjelang hari raya Idul Fitri, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Trenggalek bersama Dinas Koperasi, usaha mikro dan perdagangan (Diskomindag) Trenggalek melakukan sidak sejumlah SPBU. Hasilnya, stok BBM aman dan tidak ditemukan adanya campuran zat berbahaya dalam BBM.
Kanit Pidsus Satreskrim Polres Trenggalek, Iptu Ahmad Zainul mengatakan, Sidak ini dilakukan untuk memastikan kondisi BBM yang dijual di SPBU aman dan tidak ada campuran zat pewarna atau air. Pasalnya didaerah lain sempat ditemukan adanya BBM yang dijual di SPBU tercampur air. Selain itu juga adanya Pertalite yang diberi pewarna menyerupai Pertamax. Kemudian juga dijual dengan harga Pertamax.
“Alhamdulillah, kami tidak menemukan kasus seperti itu di Trenggalek.” Ujar Zainul
Selain memastikan kualitas BBM, petugas juga mengecek tera ulang SPBU dan ketersediaan stok BBM untuk mengantisipasi lonjakan permintaan saat lebaran.
“Kami memastikan bahwa stok BBM di Trenggalek aman. Bahkan, beberapa SPBU menyatakan akan menambah pasokan hingga 8 ribu liter saat lebaran,” papar Zainul.
Sementara itu Kabid Promosi, Pengembangan Ekspor dan Perlindungan Konsumen Diskomindag Trenggalek, Nurun Nadjmi menjelaskan, di Trenggalek terdapat 14 SPBU, 40 Pertashop, 2 SPBU nelayan, dan belasan pengisian BBM milik swasta. Se Trenggalek hanya ada 4 Kecamatan yang tidak ada SPBU-nya.
“Kecamatan yang belum ada SPBU yaitu di Kecamatan Kampak, Bendungan, Suruh, dan Pule,” terangnya.
Nurun menegaskan, SPBU diwajibkan melakukan tera ulang satu kali dalam setahun untuk memastikan takaran BBM sesuai. Pasalnya, Surat keterangan hasil pengujian (SKHP) hanya berlaku selama satu tahun sejak dilakukan pengujian atau tera ulang.
“Jika tidak melakukan tera ulang, Pertamina tidak akan memberikan pasokan BBM, sehingga mereka tidak bisa berjualan,” pungkasnya.(CIA)
Views: 40
















