TRENGGALEK, bioztv.id – Bulan Ramadhan menjadi momen spesial bagi para penyandang tuna netra di Sekolah Luar Biasa Kemala Bhayangkari 1 Trenggalek, Jawa Timur. Mereka kembali bersama-sama belajar mengaji Alquran Braille. Meskipun memiliki keterbatasan fisik, para siswa tuna netra ini tetap gigih dalam mempelajari ayat-ayat suci Alquran.
Lantunan suara para siswa tuna netra ini terdengar indah saat melantunkan ayat demi ayat dengan menggunakan huruf Braille. Meraka diajarkan mengenai tajwid dalam mengaji alquran. Meskipun pada awalnya mereka kesulitan, namun dengan tekat yang kuat dan bimbingan dari pengajar yang rutin, akhirnya mereka mampu mengaji alquran braille dengan tajwid yang benar.
Kepala SMALB Kemala Bhayangkari Trenggalek, Yessi Kurniawati menjelaskan bahwa program tuna netra mengaji di bulan ramadhan ini rutin diadakan setiap tahun. Proses pembelajaran terhadap Alquran Braile ini butuh proses yang cukup panjang. Pengenalannya sudah dimulai sejak mereka kelas 1.
“Prosesnya bertahap, dari Iqro’, kemudian pengenalan braile-nya. Kemudian menginjak kelas 4 Sekolah dasar mulai belajar membaca alquran, dan saat kelas 7 biasanya sudah lancar membacanya,” Ujar Yessi.
Selain ada pembelajaran alquran braile, para siswa tuna netra juga diberikan ekstrakurikuler berupa musabaqoh tilawatil quran (MTQ).
“Salah satu kesulitan yang dihadapi para siswa dalam membaca Alquran Braille adalah di bagian panjang pendeknya bacaan,’ Kata Yessi.
Sementara itu salah satu siswa Kelas 7 SLB Kemala Bhayangkari, Gita Almagforoh menceritakan pengalamannya belajar Alquran Braille. Ia belajar braile sejak kelas 1 Sekolah dasar. Saat ini ia sudah kelas 7 dan sudah mulai lancar dalam pelafalan bacaan alquran braile.
“Selama ini saya pernah mengikuti kegiatan lomba membaca alquran di lamongan dan alhamdulilah berhasil menjadi juara,” Ujar Alma.
Ala juga merasa senang bisa belajar alquran braile di sekolah. Bahkan saat ini ia bisa menghafal hingga 4 Juz.
“Cita-cita saya ingin menjadi dokter,” kata Alma.
Semangat para siswa tuna netra dan teman-temannya di SLB Kemala Bhayangkari dalam mempelajari Alquran Braille, menjadi contoh bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi halangan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.(CIA)
Views: 16
















