Bangka Barat, bioztv.id – Desa Kundi, di Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, kini memiliki harapan baru. Kayu jelutuh yang melimpah di desa tersebut kini diolah menjadi kerajinan tangan yang indah dan bernilai jual tinggi, berkat kolaborasi antara mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) Ahmad Dahlan di Jakarta, Soromiani, dan masyarakat Desa Kundi.
Soromiani, dengan semangatnya untuk memberdayakan masyarakat desa, menginisiasi sebuah proyek pelatihan dan pengembangan kerajinan kayu jelutuh. Lokakarya rutin diadakan untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan baru, mendorong kreativitas dan inovasi dalam menghasilkan produk-produk unik dan bernilai tambah.
“Tujuan utama kami adalah meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Kundi,” jelas Soromiani. “Namun, kami juga ingin memastikan bahwa prosesnya berkelanjutan dan ramah lingkungan, serta melestarikan kearifan lokal dalam pengolahan kayu jelutuh.”
Proyek ini tak hanya fokus pada pelatihan, tapi juga membuka peluang pasar bagi produk-produk kerajinan kayu Desa Kundi. Soromiani bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk mendistribusikan produk ke toko-toko lokal, pameran kerajinan, dan platform online, membuka akses pasar yang lebih luas bagi masyarakat.
Ahmad Dahlan, mahasiswa ITB yang turut terlibat dalam proyek ini, mengungkapkan, “Kami ingin membantu masyarakat Desa Kundi menjadi mandiri secara ekonomi dan bangga dengan produk mereka. Ini adalah bentuk kontribusi kami untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan melestarikan kearifan lokal.”
Pemerintah Desa Kundi menyambut baik proyek ini dan berharap dapat menjadi model bagi desa-desa lain di Bangka Barat. Kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat ini menunjukkan bahwa potensi lokal dapat dioptimalkan untuk menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi semua pihak.
Dampak positif dari proyek ini diantaranya peningkatan ekonimi, Pengembangan keterampilan, hingga kerifan lokal.
Dari sisi ekonomi, masyarakat mendapatkan penghasilan tambahan dari penjualan kerajinan kayu jelutuh. Dari segi Keterampilan, masyarakat dilatih dalam pengolahan kayu dan desain kerajinan, meningkatkan kreativitas dan inovasi. Dari sisi Pelestarian lingkungan, proses pengolahan kayu bisa dilakukan secara berkelanjutan, menjaga kelestarian hutan dan sumber daya alam. Sedangkan dari sisi Kearifan lokal, berupa pengolahan kayu jelutuh yang terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda.
Proyek pemberdayaan masyarakat Desa Kundi melalui pengolahan dan pengembangan kerajinan kayu jelutuh menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat dapat menghasilkan solusi yang bermanfaat bagi semua pihak. Proyek ini diharapkan menjadi model inspiratif untuk pengembangan desa-desa lain di Indonesia.(AZW)
Views: 20
















