BANDUNG, bioztv.id – Desa Sekarwangi, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, menjadi lokasi strategis untuk pelaksanaan pelatihan budidaya lobster air tawar. Program ini merupakan bagian dari Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diinisiasi oleh Riska Aryanti, mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB AD) Jakarta.
Desa Sekarwangi memiliki luas wilayah 124 hektare dengan populasi 11.182 jiwa. Meskipun sebagian besar penduduk bekerja sebagai petani, buruh pabrik, dan pedagang, terdapat sekitar 7% penduduk yang tidak bekerja, termasuk ibu rumah tangga, lansia, dan pengangguran. Hal ini mendorong Riska Aryanti untuk mengadakan pelatihan budidaya lobster air tawar disini. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan masyarakat yang tidak bekerja di desa tersebut
“Saya yakin ini akan menjadi solusi untuk membuka peluang usaha baru bagi masyarakat yang belum memiliki pekerjaan,” kata Riska Aryanti.
Menurut Rizka Budidaya lobster air tawar memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Desa Sekarwangi. Terlebih, lobster air tawar adalah komoditas bernilai tinggi dengan permintaan yang terus meningkat, terutama dari rumah makan dan restoran yang berkembang pesat di sekitar wilayah Kabupaten Bandung.
“Dengan memanfaatkan potensi ini, masyarakat dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujarnya..
Lobster air tawar, yang dikenal dengan nama latin Cherax quadricarinatus, merupakan salah satu jenis perikanan yang dapat dibudidayakan dengan teknologi yang relatif sederhana, namun mampu memberikan hasil yang menguntungkan.
“Budidaya lobster air tawar tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga berpotensi mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat desa,” tambah Riska.
Meskipun budidaya lobster air tawar menjanjikan, terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi. Salah satu masalah utama adalah pemeliharaan lobster yang memerlukan waktu hingga 5-6 bulan sebelum bisa dipanen. Selain itu, lobster memerlukan kondisi air yang optimal dengan pH 7-8, suhu 20-24°C, dan kandungan oksigen minimal 7 PPM.
“Kami memberikan solusi dengan penggunaan filter air, tes pH secara teratur, dan pemberian pakan yang tepat di malam hari untuk mengatasi kendala-kendala tersebut,” jelas Riska.
Selain itu, lobster air tawar adalah hewan nokturnal dan kanibal, sehingga tingkat kepadatan bibit harus diatur agar angka kematian bisa ditekan.
“Kami juga menyarankan peserta pelatihan untuk menyortir bibit lobster ke kolam yang lebih besar jika diperlukan,” kata Riska.
Pelatihan ini diharapkan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat Desa Sekarwangi. Selain meningkatkan pengetahuan tentang budidaya lobster, pelatihan ini juga membuka peluang usaha baru yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Dengan keterampilan yang mereka peroleh, peserta pelatihan bisa memulai usaha budidaya lobster air tawar secara mandiri atau bekerja sama dengan pelaku usaha lain,” ungkap Riska.
Pelatihan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa melalui diversifikasi sumber pendapatan dan peningkatan akses ke pasar baru. Teknik budidaya yang ramah lingkungan yang diajarkan dalam pelatihan ini juga memberikan manfaat ganda.
“Manfaatnya bisa membantu menjaga keseimbangan ekosistem di desa tersebut,” jelas Riska..
Dengan adanya program pelatihan ini, diharapkan masyarakat Desa Sekarwangi tidak hanya mampu meningkatkan kualitas hidup mereka tetapi juga berkontribusi pada pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
“Kami berharap pelatihan ini dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Sekarwangi untuk mencapai kemandirian ekonomi,” pungkas Riska Aryanti.(MMA)
Views: 5

















