Warga Laporkan Dugaan Rekaman Kades Kayen Yang Viral ke Bawaslu Trenggalek

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Buntut viralnya rekaman suara yang diduga dari Kepala Desa Kayen, Kecamatan Karangan, Trenggalek, Warga lapor ke Bawaslu setempat. Suara itu berisi ajakan untuk memenangkan salah satu calon legislatif (caleg) dan partai politik. Dalam voice note itu juga disertai ancaman akan mencabut bansos jika warga membelot.

Rinata Dewi, Staf Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Trenggalek, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut. “Kami selaku staff menerima laporan aduan masalah tersebut dan untuk tindak lanjut akan dilakukan oleh komisioner. Selanjutnya nanti untuk pelapor akan dihubungi lebih lanjut,” kata Rinata.

Rinata menjelaskan bahwa saat laporan diterima, sebagian komisioner Bawaslu Kabupaten Trenggalek sedang dinas luar menghadiri undangan Bawaslu Provinsi Jawa Timur. Sementara sebagian lainnya sedang supervisi.

“Kalau tindak lanjutnya nanti akan ada kajian awal dan pelapor akan dihubungi lagi terkait kelengkapan formil dan materiilnya,sesuai laporan masyarakat, suara itu diduga kades kayen” ujar Rinata.

Sementara itu, Sekretaris DPC Partai Demokrat Trenggalek, Sugeng Dwi Riono, mengatakan bahwa pihaknya turut mendampingi masyarakat untuk melaporkan keluhan yang terjadi dilapangan. Yakni dengan adanya voice note yang disertai ancaman ancaman.

” hari ini saya mendampingi warga melaporkan temuannya dilapangan ke Bawaslu, voice note itu isinya mengajak masyarakat Kayen untuk memilih Salah satu partai dan caleg,” kata Sugeng.

Sugeng mengatakan bahwa isi voice note juga disertai ancaman akan mencabut bantuan sosial (Bansos). Voice note tersebut diketahui tersebar melalui pesan whatsapp pada 25 Desember lalu, dan hari ini dilaporkan ke Bawaslu.

“Yang mengirim Voice Note tersebut diduga kepala desa kayen,” kata Sugeng.

Sugeng mengatakan bahwa pihaknya merasa amat sangat dirugikan dengan adanya voice note tersebut. Pasalnya, ada caleg Partai Demokrat yang mempunyai konstituen di wilayah Desa Kayen. Kader yang ada disana merasa ketakutan dengan ancaman-ancaman itu.

“Harapannya dengan laporan ini, supaya Bawaslu menindaklanjuti sesuai prosedur,” pungkas Sugeng.

Views: 133