TRENGGALEK, bioztv.id – Buntut penutupan akibat insiden kolam renang Tirta Jwalita telan 3 korban jiwa yang masih anak anak. Pemerintah daerah belum rencanakan pembukaan kembali. Bahkan, Disparbud Trenggalek wacanakan peniadaan atau perubahan kolam renang menjadi fungsi lain. Terlebih saat ini sudah banyak kolam renang yang dikelola swasta.
Penutupan kolam renang Tirta Jwalita yang dikelola DInas Pariwisata dan Kebudayaan (DIsparbud) Kabupaten Trenggalek ini sudah dilakukan sejak insiden tenggelamnya 3 pengunjung anak anak. Yakni sejak 4 Juni 2023 lalu. Penutupan ini awalnya dilakukan karena masih berlangsungnya proses penyelidikan oleh jajaran Satreskrim Polres Trenggalek. Namun hingga saat ini pemerintah daerah belum bisa memastikan kapan kolan renang itu akan dibuka.
Kepala Dsparbud Trenggalek, Sunyoto menyampaikan, dengan berbagai pertimbangan, dimungkinkan pemerintahd aerah akan meniadakan atau merubah fungsi kolam renang Tirta Jwalita. Pasalnya, saat ini di Kabupaten Trenggalek sudah banyak Kolam Renang yang dikelola swasta. Artinya masyarakat sudah bisa menyediakan fasilitas itu, sehingga pemerintah daerah tidak harus menyediakannya. Disisi lain, saat Kolam renang Tirta Jwalita didirikan, kondisinya memang belum ada masyarakat yang menyedikan kolam renang di Trenggalek.
Sunyoto juga menambahkan, Meski selama ini setoran pendapatan asli daerh (PAD) dari kolam renang Tirta Jwalita cukup besar, pihaknya tidak khawatir akan kehilangan potensi tersebut. Karena potensi PAD bisa didapat dari sumber yang lain. Selain itu, lokasi kolam renang itu juga cukup strategis, sehingga lokasi tersebut bisa dimanfaatkan untuk fasilitas umum ataupun sarana penghasil PAD baru di Trenggalek.
Views: 13

















