TRENGGALEK, bioztv.id – Dampak cuaca buruk yang melanda kawasan laut selatan, nelayan di Kabupaten Trenggalekm Jawa Timur pilih libur melaut dan beraktifitas didarat. Pasalnya, saat cuaca buruk terjadi, ketinggian ombak di laut mencapai 5 meter, selain itu besarnya ombak laut juga mengakibatkan banjir rob yang melanda kawasan pesisir pantai.
Ombak tinggi yang dipesisir selatan Trenggalek ini sudah terjadi sejak 6 Juli 2023 kemarin, akibatnya banjir rob terjang kawasan pesisir dan genangi sejumlah warung dan tempat usaha warga. Akibat ombak tinggi ini aktifitas para nelayan tergangu. Sebagian besar nelayan mengaku memilih tidak melaut karena resiko badai dan ombak tinggi di tengah laut. Para nelayan memilih beraktifitas di darat dari pada harus mengadu nasib di tengah laut namun hasil tangkapan minim. Saat tidak melaut, para nelayan memanfaatkan waktunya untuk memperbaiki jaring, perahu dan peralatan lain untuk melaut.
Salah satu nelayan, Suyanto menyampaikan, saat cuaca buruk kondisi ditengah laut cukup membahayakan, karena ketinggian ombak ditengah laut antara 4 sampai 5 meter. Cuaca buruk seperti ini menjadi siklus tahunan. Karena cuaca buruk ini rutin terjadai pada bulan ke 7 dan 8 dalam setiap tahunnya. Cuaca buruk ini biasanya terjadi selama sekitar sepekan.
Dampak cuaca buruk yang mengakibatkan ombak tinggi dan banjir rob ini juga turut dirasakan sejuamlah pedagang di pesisir Trenggalek. Pasalnya, akibat banjir rob ini sejumlah warung turut terendam banjir. Sehingga para pedagang tidak bisa berjualan dan memilih menutup warungnya hingga cuaca membaik dan tidak lagi terjadi banjir rob.
Views: 97

















