Tren Anak Anak Terjerat Sabu di Trenggalek Semakin Tinggi, Mayoritas Dampak Pola Asuh Royal

oleh
oleh
Tren Anak Anak Terjerat Sabu di Trenggalek Semakin Tinggi, Mayoritas Dampak Pola Asuh Royal
Tren Anak Anak Terjerat Sabu di Trenggalek Semakin Tinggi, Mayoritas Dampak Pola Asuh Royal

TRENGGALEK, bioztv.id – Tren anak anak terjerat kasus Narkoba di Kabupaten Trenggalek mengalami peningkatan. Pasalnya, sesuai data yang dihimpun BNN setempat, di tahun 2022 kemarin jumlah usia anak yg direhab akibat menggunakan sabu bertambah banyak. sementara itu salah satu penyebabnya karena pola asuh yang terlalu royal.

Mengacu data yang dihimpun BNNK Trenggalek, pada Tahun 2022 kemarin jumlah pasien rehabilitasi mengalami peningkatan. Pasalnya, di Tahun 2021 jumlah pasien rehab ada 12, sedangkan di tahun 2022 naik menjadi 16 pasien. Mereka berasal dari dalam Trenggalek serta luar kota, yakni Pacitan serta Solo. Sedangkan yang dari Trenggalek didominasi pasien asal kecamatan Watulimo. Dari sejumlah pasien itu yang masuk kategori anak anak ada 5 pasien.

Sub koordinator Rehabilitasi, BNNK Trenggalek, Nyimas Terisya menyampaikan, salah satu penyebab anak anak terjerat kasus narkoba adalah akibat pergaulan. tetapi, kebanyakan justru akibat dari pola asuh orang tua ang kurang baik. misalnya, orang tua selalu disibukkan dengan pekerjaan dan  hanya memperhatikan anak dari segi kebutuhan keuangan. sehingga orang tua selalu memberi uang yg lebih pada anak. tetapi justru uang tersebut disalah gunakan untuk konsumsi Narkoba.

Nyimas juga menambahkan, dari sejumlah anak anak yang direhab dampak sabu sabu ini kebanyakan berasal dari kalangan keluarga orang yang mampu secara finansial. Untuk perlakuan pasien rahab yang masuk ke BNNK Trenggalek ini ada dua cara. yakni, ada yang dilakukan rawat jalan, dan  ada juga yang harus dilakukan rawat inap di panti rehab BNN yang  ada di Sukabumi. Pemberlakuan rehab ini tergantung asal kondisi pasien.

Views: 311