TRENGGALEK, bioztv.id – Jelang penghapusan tenga honorer pada akhir tahun 2023 mendatang, Komisi 4 DPRD Trenggalek klaim nasib guru honorer SD dan SMP yang lulus PG dan K2 aman. Mereka dipastikan bisa masuk menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). Namun, masih ada sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi.
Dari hasil rapat kerja antara Komisi 4 DPRD Trenggalek bersama dinas pendidikan pemuda dan olahraga (Dikpora) Kabupaten Trenggalek, diketahui jika nasib guru GTT Trengalek yang mengajar di sejumlah SD dan SMP Negeri sudah ada solusi. Mereka dipastikan bisa masuk menjadi P3K setelah memenuhi persyaratan yang akan ditentukan berikutnya. Saat ini GTT yang lulus PG masih ada 611 guru. Sedangkan yang K2 tinggal 19 orang saja. Sementara itu untuk formasi rekrutmen sisa dari Tahun 2022 akan dilakukan perekrutan pada tahun berikutnya.
Ketua Komisi 4 DPRD Trenggalek, Sukarudin menyampaikan, para guru honorer sebenarnya bisa dibilang pejuang tanpa tanda jasa, karena mereka hanya menerima honor sejumlah ratusan ribu saja. Itupun jika digunakan untuk memenuhi operasionalnya seperti membeli BBM juga tidak mencukupi. Sehingga nasib mereka juga harus diperjuangkan sebaik mungkin.
Sukardin juga menambahkan, untuk nasib guru PG dan K2 dikatakan aman itu, artinya bisa terekrut menjadi P3K. Namun masih ada proses yang harus meraka lalui sebelumnya. Sementara itu salah satu dasar pengangkatan PG dan K2 menjadi P3K ini merupakan hasil koordinasi dinas Dikpora Trenggalek dengan kementerian pusat.
Views: 179

















