TRENGGALEK, bioztv.id – Kelangkaan minyak goreng diperkirakan masih akan berlangsung cukup lama. Salah satu distributor di Kabupaten Trenggalek sebut jika kelangkaan ini kemungkinan sampai bulan juli mendatang. Hingga pertengahan bulan maret ini untuk harga minyak goreng non subsidi sudah tembus Rp.23.000,-/Kg.
Menurut salah satu pemilik toko distributor minyak goreng di Kabupaten Trenggalek, sejak bulan Februari kemarin kiriman minyak goreng mengalami penurunan yang cukup signifikan. Jika pada hari hari biasa ia bisa mendapatkan kiriman 4 tangki minyak goreng curah dalam seminggu, saat ini hanya bisa mendapatkan 1 tangki saja. Untuk minyak goreng dalam kemasan, jika pada hari hari biasa ia bisa mendapatkan kiriman 1.000 kardus dalam setiap harinya, saat ini hanya mendapatkan 5.00 kardus saja. Itupun tidak setiap hari mendapat kiriman.
Lebih lanjut pemilik toko distributor minyak goreng, Dwi Hariani menyampaikan, sesuai informasi yang ia terima, kelangkaan minyak goreng ini diperkirakan sampai bulan juli mendatang. Sejak terjadi kelangkaan ini, Untuk harga minyak goreng curah dijual dengan harga Rp.12.000,-/Kg, sedangkan untuk menyak gorang dalam kemasan dijual dengan harga Rp.14.000,-/Kg. Sementara itu untuk minyak goreng non subsidi, per 14 Maret kemarin sudah tembus Rp.23.000,-/Kg. Meski demikian ia tidak menjual minyak goreng non subsidi tersebut.
Dwi juga menambahkan, untuk proses penjualan agar bisa merata, ia juga memberlakukan sejumlah ketentuan. Pembeli minyak goreng curah diwajibkan membawa kartu keluarga (KK). Setiap KK juga dibatasi hanya boleh memberli 2 jurigen minyak dengan berat sekitar 36 Kg. Sedangkan untuk pembelian minyak goreng dalam kemasan juga dibatasi setiap orang hanya boleh membeli maksimal 5 Kg saja.
Views: 414

















