Donasi Penebusan Lahan SDN 1 Sengon Tembus Rp127 Juta, Kini Kurang Rp73 Juta dari Target

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idWarga terus menggalang donasi untuk membeli lahan tempat berdirinya SD Negeri (SDN) 1 Sengon, Kabupaten Trenggalek. Hingga pertengahan Juli 2026, masyarakat berhasil mengumpulkan Rp127 juta atau sekitar 63 persen dari target Rp200 juta.

“Kami sangat mengapresiasi gerakan swadaya masyarakat ini demi menjamin kelangsungan masa depan pendidikan anak-anak kita,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek, Agus Dwi Karyanto, Kamis (16/7/2026).

Warga menggagas penggalangan dana tersebut untuk memberikan kepastian hukum atas tanah yang selama ini menjadi lokasi kegiatan belajar mengajar. Saat ini, pemilik lahan masih menguasai tanah tersebut sehingga Pemerintah Kabupaten Trenggalek belum dapat mencatatnya sebagai aset daerah.

“Panitia di lapangan masih terus membuka pintu donasi agar target dana pembelian lahan ini bisa segera terpenuhi,” tambah Agus.

Agus mengatakan panitia terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengawal proses pengumpulan donasi.

“Alhamdulillah, pengumpulan donasi berjalan sangat baik. Laporan terakhir dari panitia, dana tunai sudah terkumpul Rp127 juta. Kami berharap masyarakat terus memberikan dukungan, baik berupa materi maupun pemikiran, agar impian warga membeli tanah SDN 1 Sengon ini cepat terealisasi,” ujarnya.

Panitia Kejar Kekurangan Dana Rp73 Juta

Agus menjelaskan pemilik lahan telah menyepakati harga jual sebesar Rp200 juta. Karena itu, panitia kini mengejar kekurangan dana sekitar Rp73 juta agar dapat segera menyelesaikan proses pembelian.

“Pemilik tanah meminta harga Rp200 juta bersih. Mudah-mudahan kekurangan yang tinggal sedikit ini bisa segera kita tutup dalam waktu dekat,” katanya.

Agus menegaskan pemilik lahan tidak menjual tanah tersebut karena konflik dengan pihak sekolah. Menurutnya, pemilik membutuhkan dana untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

“Situasinya murni karena urusan domestik keluarga pemilik. Mereka berencana memanfaatkan hasil penjualan tanah ini untuk memutar roda ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka,” jelas Agus.

Alumni dan Warga Bersatu Selamatkan Lahan Sekolah

Gerakan penggalangan dana itu mendapat dukungan luas dari masyarakat. Warga sekitar, alumni lintas angkatan SDN 1 Sengon, hingga para dermawan ikut menyumbangkan dana agar sekolah dapat mempertahankan lahannya.

“Gerakan ini menyatukan banyak pihak, mulai dari tetangga sekitar sekolah, para alumni SDN 1 Sengon yang sudah sukses di luar daerah, hingga teman-teman dekat yang tergerak hatinya,” kata Agus.

Setelah panitia berhasil membeli lahan tersebut, warga berencana menyerahkan sertifikat tanah kepada Pemerintah Kabupaten Trenggalek agar pemerintah dapat menetapkannya sebagai aset daerah.

Kepastian status kepemilikan lahan akan memudahkan pemerintah daerah mengalokasikan anggaran pembangunan maupun pengembangan fasilitas sekolah.

“Kalau status tanahnya sudah menjadi milik pemerintah daerah, kami dari Dinas Pendidikan tentu bisa lebih leluasa merencanakan pembangunan gedung baru atau fasilitas penunjang lainnya,” ujarnya.

Disdik Sebut Bukan Sengketa Tanah

Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek menegaskan persoalan SDN 1 Sengon bukan merupakan sengketa agraria. Agus menjelaskan seluruh pihak hanya ingin menyelesaikan administrasi kepemilikan lahan agar sekolah memiliki kepastian hukum.

Ia juga memastikan tidak ada sekolah negeri lain di Kabupaten Trenggalek yang menghadapi persoalan serupa.

“Ini bukan sengketa yang saling klaim secara hukum, melainkan murni proses penyelesaian status tanah saja. Untuk sekolah-sekolah lain di Trenggalek, insyaallah posisinya aman dan tidak ada masalah serupa,” pungkasnya.(CIA)

Views: 8