TRENGGALEK, bioztv.id – Status kondisi keuangan (KKD) Kabupaten Trenggalek anjlok dari tinggi menjadi sedang, DPRD Trenggalek tekankan adanya efisiensi anggaran. Terlebih, perjalanan APBD Tahun 2022 masih panjang, sehingga pelaksanaan kegiatan dan pemanfaatan anggaran juga harus lebih mengacu skala prioritas.
Dari hasil rapat pimpinan dan angota DPRD Trenggalek, meskipun saat ini kondisi KKD menurun, namun wakil rakyat tetap menekankan fungsi pengawasan maupun penganggaran tetap berjalan. Dalam hal ini, ketua DPRD Trenggalek juga menakankan agar seluruh anggotanya bisa menjalankan tugas pokok dan fungsinya secara maksimal.
Ketua DPRD Trenggalek, Samsul Anam menyampaikan, Dari hasil evaluasi terhadap kondisi keuangan, diketahui jika pada tahun ini terjadi penurunan KKD. Kondisi keuangan yang berkurang ini harus bisa dimanfaatkan sebaik mungkin hingga akhir Tahun ini. Untuk penghematan anggaran, ia telah meinta sekretaris DPRD (Sekwa) agar membuat asumsi asumsi terkait kunjungan kerja. Samsul menekankan agar kegiatan kunjungan kerja jangan sampai berdampak pada pemborosan anggaran. Dengan demikian anggaran yang sedikit ini bisa dimanfaatkan dalam kurun wkatu yang panjang.
Sekedar dketahui bahwa, penurunan KKD ini disebabkan karena antara belanja dan pendapatan tidak seimbang. Dalam hal ini nilai belanja jauh lebih besar daripada pendapatan daerah. Dari APBD sebesar Rp 2 trilyun lebih, pendapatan daerah di Trenggalek hanya sekitar Rp 240 milyar. Untuk mendorong peningkatan pendapatan, pada Tahun 2023 mendatang DPRD meminta agar pendapatan daerah minimal pada angka Rp.300 Miliar.
Views: 47
















