TRENGGALEK, bioztv.id – Terus terusan terjadi longsor, KM.16 Jalaur utama Trenggalek-Ponorogo menjadi perhatian khusus Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII kementerian pekerjaan umum dan peruhaman rakyat (PUPR). Untuk meminimalisir longsor dilokasi tersebut, kementerian PUPR akan memasang pondasi strauss pile.
Berdasarkan keterangan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Ruas Trenggalek, Ponorogo, dan Pacitan BBPJN VII Jatim, Struktur lapisan tanah di tebing kilometer KM.16 Jalan Trenggalek-Ponorogo terdiri dari batu dan pasir. sehingga kondisi dilokasi ini mudah longsor saat terkena air. Untuk mengantisipasi hal ini selain akan dipasang pondasi strauss pile, juga akan dipasang tembok pengaman dengan ketinggian 7 meter.
Lebih lanjut PPK Ruas Trenggalek, Ponorogo, dan Pacitan BBPJN VIII Jawa Timur, Ramlan menerangkan, rencana pemasangan pengaman tebing dilakukan dengan tujuan agar saat terjadi pergeseran tanah longsor tidak langsung menimbun jalan, sehingga material longsor tersebut bisa tertahan oleh tembok pengaman tersebut.
Sementara itu Bupati Trenggalek, EMIL ELESTIANTO DARDAK juga menjelaskan, Bahwa pada proses pemasangan pendasi strauss pile ini akan ditancapkan hingga mencapai titik keras dibawah. Sedangkan selama proses pengerjaan, pihaknya juga akan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, agar prosesnya bisa terlaksana dengan baik.
Perlu diketahui bahwa, rencana pemasangan tembok pengaman maupun pondasi strauss pile ini tidak hanya dilakukan di KM.16 saja, namun juga akan dilakukan di KM.17, KM.18 dan sat titik lagi di kawasan wilayah Ponorogo. Dengan demikian diharapkan bencana longsor di kawasan ini bisa lebih diminimalisir dan tidak terlalu membahayakan pbagi engguna jalan.
Views: 0
















