Berulang Kali Protes, Warga Akhirnya Tutup Paksa Tambang Batu Andesit Di Gandusari

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Dinilai merugikan masyarakat dan lingkungan hidup, sejumlah warga Desa Sukorejo Kecamatan Gandusari kabupaten Trenggalek Jawa Timur, Lakukan protes keberadaan aktivitas pertambangan batu andesit di daerahnya.  Protes warga tersebut dilakukan dengan cara menutup akses masuk menuju lokasi pertambangan.

Berdasarkan keterangan sejumlah warga Gandusari, Penutupan akses menuju lokasi pertambangan tersebut dilakukan karena warga merasa kecewa terhadap pihak tambang. Pasalnya, setelah berulang kali melakukan aksi damai di lokasi pertambangan, namun aspirasi warga tersebut tak kunjung diperhatikan, sehingga warga nekat melakukan penutupan paksa menuju lokasi dengan membuat portal di tengah jalan berupa tiang pancang besi yang di tanam di tengah jalan.

Menanggapi hal ini, Koordinator aksi, Musyaroh menerangkan, akses yang digunakan pihak tambang tersebut dinilai merugikan warga,  karena jalan tersebut merupakan milik salah satu warga yang sebetulnya untuk akses menuju makam. Namun saat ini justru digunakan untuk jalur ke lokasi tambang,  Sehingga warga nekat melakukan aksi penghentian paksa seluruh aktvitas pertambangan.

Sementara itu kuasa hukum pihak tambang,  Puji Handi menerangkan, Karena aksi warga tersebut dinilai merugikan perusahaan kliennya, pihaknya langsung melaporkan hal tersebut ke pihak Kepolisian, Pasalnya penutupan paksa tersebut dinilai telah melanggar aturan,  karena unit usaha yang dilakukan kliennya telah memiliki izin resmi dari pemerintah.

Perlu diketahui bahwa, terlepas dari ijin usaha yang sudah dikantongi perusahaan, Sejumlah warga yang ada di sekitar lokasi pertambangan hingga saat ini tetap ngotot agar tambang tersebut dihentikan. Selain dinilai merusak lingkungan dan menimbulkan polusi udara, warga juga menilai pihak tambang sudah mengingkari beberapa kesepakatan, beberapa diantaranya yaitu dihapuskannya biasa kompensasi ke lingkungan sebesar 1,5 juta yang saat ini sudah ditiadakan.

Views: 1