Beranda NEWS MOMENT Nenek Pengrajin Gerabah Trenggalek, Tetap Berkarya Ditengah Perkembangan Zaman

Nenek Pengrajin Gerabah Trenggalek, Tetap Berkarya Ditengah Perkembangan Zaman

619

TRENGGALEK, bioztv.id – Ditengah modernisasi, demi menyambung hidupnya nenek pengrajin gerabah tradisional di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, masih eksis berkarya hasilkan aneka gerabah. Meski hanya mengandalkan paralatan seadanya, namun  hasil karyanya terbukti laris manis diburu pembeli dari berbagai kota.

Inilah nenek Sumiati, nenek berusia 62 tahun ini merupakan salah satu pengrajin gerabah asal Kelurahan Tamanan, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek yang tetap eksis sejak tahun 1975 hingga saat ini. Menurut nenek Sumiati, dari tahun ketahun usaha gerabah semakin punah, karena kebanyakan orang  saat ini tidak lagi membutuhkan kuali untuk memasak seperti dahulu. Pada zaman dahulu gerabah menjadi alat utama untuk memasak, namun sekarang mayoritas sudah menggunakan peralatan modern. Gerabah kuali saat ini  kebanyakan hanya digunakan untuk membuat jamu saja.

Nenek Sumiati  menyampaikan, dari masa ke masa dirinya juga merasakan ada perubahan tren yang drastis. Pada Zaman dahulu kelurahan Tamanan sempat dikenal sebagai komoditas perajin gerabah, karena nyaris setiap orang  memiliki keahlian serupa, yaitu produksi gerabah. Namun seiring perkembangan zaman.  Pengrajin gerabah didaerahnya semakin punah, karena usaha itu dinilai tidak mampu memberikan keuntungan yang besar. Saat ini hanya dirinyalah salah satu pengrajin yang masih bertahan.

Di tengah usianya yang semakin lanjut, Nenek Sumiati mengaku akan tetap meneruskan usaha warisan orang tuannya tersebut, meski ketiga anaknya dan keenam cucunya tidak ada yang mewarisi keahlian usahanya ini.  Namun dirinya tetap akan terus berkarya menekuni profesinya sebagai pengrajin gerabah, karena ai tidak memiliki keahlian lain untuk mendapatkan penghasilan.