Prajurit TNI AD Asal Trenggalek Gugur dalam Kecelakaan Helikopter Mi-17, Pemakaman Besok

oleh
oleh
Sertu Anumerta Heri Prasetyo asal Trenggalek gugur dalam kecelakaan helikopter Mi-17 saat misi karhutla
Sertu Anumerta Heri Prasetyo asal Trenggalek gugur dalam kecelakaan helikopter Mi-17 saat misi karhutla

TRENGGALEK, bioztv.id – Kabar duka menyelimuti Kabupaten Trenggalek setelah salah satu putra daerah, Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo, gugur saat menjalankan tugas negara. Ia menjadi salah satu korban kecelakaan helikopter Mi-17 dalam misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Dalam insiden tersebut, Heri gugur bersama dua perwira penerbang lainnya. Keduanya yakni Letkol CPN (Anumerta) Dudi Firmansyah dan Kapten CPN (Anumerta) Nurhafiz Akbar.

Jenazah Masih Berada di Dalam Badan Helikopter

Pasi Intel Kodim 0806/Trenggalek, Kapten Cpl Muhamad Nurhadi, membenarkan kabar gugurnya prajurit asal Trenggalek tersebut.

Berdasarkan koordinasi dengan Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad), tim evakuasi masih menghadapi kendala berat hingga Kamis (5/11/2026) sore.

Kondisi lokasi jatuhnya helikopter di bawah permukaan air sempat menyulitkan tim penyelam melakukan evakuasi.

“Kalau untuk kedatangan masih belum bisa diprediksi. Karena komunikasi dari Puspenerbad sampai sore ini belum bisa dievakuasi, belum memungkinkan untuk menyelam,” ujar Nurhadi, Kamis (5/11/2026).

Nurhadi menjelaskan, jenazah Sertu Heri Prasetyo berada di dalam badan helikopter yang tenggelam di dasar perairan.

Air yang keruh dan jarak pandang bawah air yang terbatas menjadi hambatan utama tim SAR gabungan. Kondisi tersebut menyulitkan penyelam melakukan evakuasi secara optimal.

Berdasarkan informasi terbaru, diperkirakan besok Sabtu (7-11-2026) jenazah akan dilakukan pemakaman di Trenggalek.

Rekam Jejak Pengabdian dalam Misi Water Bombing

Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo lahir di Trenggalek pada 11 Oktober 1993. Ia mulai mengabdi sebagai prajurit aktif TNI Angkatan Darat sejak 12 April 2014.

Selama kurang lebih 12 tahun berdinas, almarhum bertugas sebagai Ba Fourier SUD Heli Serbu 1 Flight Heli B Den 3/Anur Yudha Cakti Puspenerbad.

Ia juga menjadi bagian dari Skadron 31/Anur Yudha Cakti yang bermarkas di Lanumad Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah.

Sebelum insiden tersebut, Heri bergabung dengan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla di Kalimantan Selatan sejak 28 Oktober 2026.

Dalam penugasan itu, ia menjalankan misi water bombing. Operasi penerbangan kemanusiaan tersebut menjatuhkan air dari udara untuk memadamkan titik api kebakaran hutan dan lahan.

Tinggalkan Istri dan Seorang Anak di Trenggalek

Di balik pengabdiannya kepada negara, Heri meninggalkan seorang istri bernama Rini Setiani dan seorang anak, Freya Kirania Dhaneswari.

Keluarga kecil tersebut tinggal di Dusun Jatirejo, Desa Gandusari, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek.

Kepergian Heri meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan masyarakat Trenggalek.

Hingga berita ini diturunkan, keluarga bersama Kodim 0806/Trenggalek terus memantau perkembangan informasi dari Puspenerbad.

Mereka masih menunggu kepastian proses evakuasi dan kepulangan jenazah ke kampung halaman.

Pengabdian Sertu Heri Prasetyo dalam misi kemanusiaan pemadaman karhutla menjadi bagian dari pengorbanannya kepada bangsa dan negara.(CIA)

Views: 45