Dinkes Trenggalek Dorong Relawan Dapur MBG Rutin Cek Kesehatan Minimal 6 Bulan Sekali

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Trenggalek mendesak seluruh relawan dan petugas dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk rutin memeriksakan kesehatan.

Dinkes meminta para pekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak hanya menjaga higienitas makanan, tetapi juga aktif memantau kondisi kesehatan mereka secara berkala.

Pemerintah memang menyediakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) satu kali dalam setahun. Namun, Dinkes Trenggalek menyarankan relawan dapur MBG menjalani pemeriksaan lebih rutin, minimal setiap enam bulan sekali.

Plt Kepala Dinkes PPKB Trenggalek, Andiek Muarifin, menegaskan bahwa kondisi kesehatan petugas dapur memegang peran penting dalam menjaga keamanan pangan dan mendukung keberhasilan program MBG.

“Petugas maupun relawan SPPG wajib menjaga kesehatan mereka masing-masing,” ujar Andiek.

Ia menjelaskan, para relawan telah mengikuti program CKG yang pemerintah jalankan melalui Dinas Kesehatan. Namun, pemeriksaan kesehatan satu kali dalam setahun belum cukup untuk meminimalkan risiko penularan penyakit di lingkungan pengolahan pangan.

“Program CKG nasional memang berjalan satu tahun sekali. Namun, kami sangat menyarankan para relawan dapur MBG menjalani cek kesehatan rutin setiap enam bulan sekali,” tegasnya.

Dinkes menempatkan kesehatan relawan sebagai salah satu bagian penting dalam sistem keamanan pangan. Keamanan makanan tidak hanya bergantung pada kualitas bahan baku dan proses memasak, tetapi juga pada kondisi kesehatan orang-orang yang mengolah dan menangani makanan.

Capaian CKG Trenggalek Baru Tembus 50 Persen

Di sisi lain, Dinkes PPKB Trenggalek terus meningkatkan cakupan program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat.

Hingga Agustus 2026, program CKG di Kabupaten Trenggalek baru menjangkau sekitar 50 persen dari total penduduk.

Pemerintah daerah menargetkan cakupan tersebut meningkat hingga 60 persen pada akhir tahun.

“Capaian CKG saat ini berada di kisaran 50 persen, dan kami terus mengejar target 60 persen dari total penduduk Trenggalek,” beber Andiek.

Dinkes menyasar seluruh kelompok usia dalam program ini. Mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, usia produktif, hingga lansia.

Sejak tahun ajaran baru dimulai pada Juli 2026, petugas puskesmas juga meningkatkan pelayanan CKG di lingkungan sekolah.

Tim kesehatan mendatangi sekolah-sekolah untuk memberikan layanan pemeriksaan kepada siswa SD, SMP, dan SMA yang belum mengikuti program CKG.

Dinkes juga menjalankan perluasan layanan CKG bersamaan dengan skrining tuberkulosis atau TBC di berbagai wilayah.

Pasien Putus Obat Jadi Tantangan

Dinkes Trenggalek terus memperkuat skrining TBC karena penanganan penyakit tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan.

Data Dinkes menunjukkan tingkat kesembuhan pasien TBC di Trenggalek telah mencapai sekitar 90 persen.

Namun, tenaga kesehatan masih menemukan sejumlah pasien yang berhenti minum obat, meninggal dunia, atau pindah domisili tanpa memberi tahu petugas kesehatan.

“Tingkat kesembuhan pasien kita sudah menyentuh 90 persen. Sisa angka sisanya sangat dipengaruhi oleh berbagai dinamika di lapangan,” terang Andiek.

Perpindahan domisili tanpa pemberitahuan menjadi salah satu kendala yang sering dihadapi tenaga kesehatan.

Ketika pasien pindah tanpa melapor, petugas kesulitan melacak keberadaan pasien dan melanjutkan pemantauan pengobatan.

“Perubahan alamat tanpa laporan ini membuat tenaga medis kehilangan jejak pemantauan obat pasien,” ungkapnya.

Dinkes PPKB Trenggalek meminta masyarakat tidak takut atau malu mengikuti skrining TBC.

Jika pemeriksaan awal menemukan indikasi TBC, petugas kesehatan akan melanjutkan pemeriksaan dengan tes konfirmasi.

Pemerintah juga menyediakan pengobatan TBC secara gratis hingga pasien menyelesaikan pengobatan dan dinyatakan sembuh.

Andiek menegaskan bahwa dokter dan tenaga kesehatan tidak dapat bekerja sendiri untuk meningkatkan angka kesembuhan.

Pasien harus disiplin mengonsumsi obat, sementara keluarga perlu memberikan dukungan selama proses pengobatan.

“Kunci utama kesembuhan terletak pada kedisiplinan pasien meminum obat dan dorongan penuh dari keluarga terdekat,” pungkasnya.

Dinkes Trenggalek kini terus mengejar dua target sekaligus. Selain meningkatkan cakupan CKG hingga 60 persen, Dinkes juga mendorong seluruh pekerja yang menangani pangan, khususnya relawan dapur MBG, agar disiplin memeriksakan kesehatan minimal setiap enam bulan sekali.(CIA)

Views: 12