Universitas Ciputra Dampingi 6 UMKM Batik Ngentrong, Bidik Pasar Nasional Lewat Desain Kekinian

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idEnam pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) batik di Desa Ngentrong, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, resmi membuka babak baru untuk menembus industri fesyen nasional. Setelah membangun komunikasi intensif selama berbulan-bulan, Universitas Ciputra Surabaya turun langsung mendampingi para perajin guna memperkuat desain, strategi promosi, hingga branding Batik Ngentrong agar mampu bersaing di pasar nasional.

Tim akademisi mengawali program tersebut dengan melakukan survei lapangan untuk memetakan potensi enam UMKM batik lokal. Selanjutnya, para perajin akan mengikuti serangkaian pelatihan pengembangan desain dan formulasi produk.

“Saya terus meyakinkan tim Universitas Ciputra bahwa perajin kami memiliki potensi besar, mau terus bergerak, tekun belajar, dan siap berkembang. Alhamdulillah, hari ini menjadi titik awal terwujudnya kerja sama,” ungkap Ketua TP PKK Desa Ngentrong, Prihatin.

Prihatin menjelaskan, tim pakar Universitas Ciputra akan membimbing langsung enam UMKM batik untuk mengembangkan desain-desain baru. Mahasiswa dan perajin akan berkolaborasi menghasilkan karya yang nantinya tampil dalam sebuah fashion show. Setelah itu, Universitas Ciputra akan menyerahkan hak cipta desain kepada masing-masing perajin agar dapat diproduksi secara massal.

“Hari ini kami mendampingi tim melakukan survei ke enam tempat UMKM batik. Hasil kreasi mereka nantinya bakal dipromosikan mahasiswa Ciputra lewat panggung fashion show. Ini baru langkah awal,” jelasnya.

Fokus Bangun Identitas Batik Ngentrong 

Berbeda dengan program pendampingan UMKM pada umumnya yang mengejar lonjakan omzet dalam waktu singkat, Desa Ngentrong memilih memperkuat fondasi branding terlebih dahulu.

Pemerintah desa mematok target utama untuk membangun identitas Batik Ngentrong agar memiliki posisi tawar yang kuat di tengah persaingan industri batik nasional.

“Saya tidak menargetkan angka penjualan yang fantastis dulu. Target utama saya adalah membawa Batik Ngentrong dikenal secara global, sehingga masyarakat luas tahu bahwa perajin tangguh ini berasal dari Desa Ngentrong,” tegas Prihatin.

Prihatin juga berharap seluruh perajin batik di desanya dapat tumbuh dan berkembang bersama. Menurutnya, baru sebagian kecil pengrajin yang sudah dikenal masyarakat, sementara pelaku usaha lainnya masih membutuhkan pendampingan agar mampu berkembang secara merata.

Desain Ikuti Tren Fesyen

Dosen Fashion Product Design and Business Universitas Ciputra Surabaya, Dr. Soelistyowati, menilai Batik Ngentrong sebenarnya sudah memiliki kualitas dan nilai jual yang tinggi. Namun, para perajin masih perlu menghadirkan inovasi visual dan penyegaran desain. Tujuannya  agar produknya semakin diminati pasar.

“Potensi kain batiknya sebenarnya sudah sangat bagus. Perajin hanya perlu menyegarkan pengembangan desain supaya tampil lebih memikat dan makin terekspos,” tutur Soelistyowati.

Soelistyowati mendorong para perajin untuk memperbarui tata warna dan mengembangkan variasi motif. Tak ketinggalan pula menata ulang komposisi ornamen agar selaras dengan tren fesyen yang terus berkembang.

“Perajin perlu membenahi tata warna dan variasi desain agar tidak monoton. Pembuatannya wajib mengikuti pergerakan tren fesyen yang sedang berkembang,” paparnya.

Selain memperkuat desain, Universitas Ciputra juga mendorong para pelaku UMKM mengoptimalkan pemasaran digital dengan melibatkan generasi muda yang lebih akrab dengan media sosial.

Soelistyowati mengajak para perajin memanfaatkan platform seperti TikTok dan Instagram untuk memperluas jangkauan pasar. Langkah ini sekaligus memperkenalkan keunikan Batik Ngentrong kepada masyarakat.

“Serahkan urusan pemasaran zaman sekarang kepada anak-anak muda. Mereka sangat memahami seluk-beluk tren media sosial. Platform TikTok dan Instagram sangat efektif untuk mengenalkan keindahan batik,” pungkasnya.(CIA)

Views: 16