TRENGGALEK, bioztv.id – Teknologi pertanian modern mulai mengubah cara petani mengelola sawah di Kabupaten Trenggalek. Dulu, petani menghabiskan waktu berjam-jam dan tenaga yang besar untuk menyemprot tanaman padi secara manual. Kini, mereka dapat menyelesaikan pekerjaan itu hanya dalam hitungan menit dengan bantuan drone penyemprot tanaman.
Petani di Desa Karanganom, Kecamatan Durenan, menjadi salah satu kelompok yang mulai merasakan manfaat teknologi tersebut. Kini mereka tidak lagi memikul tangki semprot seberat belasan kilogram sambil menyusuri pematang sawah yang licin. Mereka cukup mengawasi dari tepi sawah, sementara drone terbang otomatis menyemburkan pupuk dan pestisida ke area tanaman.
“Menggunakan drone ini jauh lebih praktis, murah, dan kami tinggal menonton saja dari pinggir sawah,” ungkapnya.
Drone tersebut mampu menyelesaikan penyemprotan lahan seluas 100 ru atau sekitar 1.444 meter persegi hanya dalam waktu 4 hingga 6 menit. Hari itu, tim operator menyemprot lahan bengkok milik Kepala Desa Karanganom seluas sekitar 700 ru atau setara 3 hingga 4 hektare.
Senin mengaku baru pertama kali mencoba teknologi drone di sebagian lahannya. Sementara itu, ia sudah menggunakan metode modern tersebut di petak sawah lainnya sejak musim tanam lalu.
Targetkan Penyemprotan Sawah Rampung dalam Sehari
Helper Pilot Drone PT Maxxi Tani Teknologi wilayah Trenggalek, Muhammad Fadlika, mengatakan timnya menerbangkan drone setelah menerima permintaan dari Kepala Desa Karanganom, Muntingah.
“Ibu Lurah Karanganom menghubungi kami dan meminta bantuan untuk menyemprot lahan bengkok miliknya menggunakan drone,” kata Fadlika saat ditemui di lokasi.
Fadlika menargetkan penyemprotan lahan seluas 700 ru itu selesai dalam satu hari. Namun, ia menyesuaikan durasi pekerjaan dengan kondisi medan dan akses menuju lokasi sawah.
“Kami usahakan rampung satu hari, meskipun kami harus beberapa kali memindahkan peralatan karena posisi lahan yang tersebar,” ujarnya.
Menurut Fadlika, drone menghasilkan sebaran cairan yang lebih merata dan presisi dibandingkan penyemprotan manual. Teknologi tersebut juga membantu petani mengurangi kelelahan karena mereka tidak lagi harus menggendong tangki semprot selama berjam-jam.
Tawarkan Sistem Bayar Setelah Panen
PT Maxxi Tani Teknologi tidak hanya menawarkan efisiensi waktu, tetapi juga memberikan skema pembayaran yang lebih ringan bagi petani. Perusahaan menggabungkan jasa penyemprotan drone dan penyediaan obat pertanian dalam satu paket layanan.
Petani dapat membayar biaya jasa di awal atau setelah masa panen sesuai kesepakatan, sehingga mereka tidak perlu menyediakan modal besar saat musim tanam dimulai.
“Kami menerapkan sistem kemitraan yang fleksibel. Kami menyediakan jasa sekaligus obatnya. Petani boleh membayar di depan atau setelah panen,” jelas Fadlika.
Perusahaan menetapkan tarif berdasarkan satuan luas lahan atau ru, sehingga biaya yang dikeluarkan petani menyesuaikan luas sawah yang mereka garap.
Semprotan Lebih Presisi, Panen Diharapkan Meningkat
Fadlika menjelaskan penggunaan drone tidak hanya memangkas waktu kerja, tetapi juga meningkatkan efektivitas penyemprotan karena butiran cairan tersebar lebih rapat dan merata. Dalam satu musim tanam, petani biasanya melakukan penyemprotan dua hingga tiga kali sesuai kondisi tanaman.
Tim operator mengisi tangki drone dengan campuran nutrisi tanaman, fungisida, dan insektisida untuk menjaga pertumbuhan sekaligus melindungi tanaman dari serangan penyakit dan hama.
“Teknologi ini sangat memudahkan petani karena kami sudah menyiapkan paket lengkap mulai dari obat, alat, hingga operatornya. Petani tinggal memantau dari jauh,” tutur Fadlika.
Ia juga menegaskan seluruh obat pertanian yang digunakan berasal dari produk non-subsidi milik perusahaan, bukan dari bantuan pemerintah.(CIA)
Views: 4
















