TRENGGALEK, bioztv.id – PLN pernah menerapkan pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Kabupaten Trenggalek dalam beberapa waktu terakhir. Namun, kebijakan tersebut sama sekali tidak mengganggu layanan kesehatan di RSUD dr. Soedomo. Manajemen rumah sakit rujukan terbesar di Trenggalek ini memastikan seluruh pelayanan medis tetap berjalan normal karena rumah sakit memperoleh prioritas pasokan listrik dari PLN dan menyiagakan sistem cadangan energi berlapis.
Di tengah kekhawatiran masyarakat mengenai potensi lumpuhnya layanan publik akibat krisis listrik, RSUD dr. Soedomo justru menunjukkan kesiapan penuh. Manajemen rumah sakit mengantisipasi berbagai kemungkinan terburuk terkait gangguan pasokan energi dengan mitigasi yang matang.
Humas RSUD dr. Soedomo Trenggalek, Sujiono, menegaskan bahwa pihak rumah sakit telah merancang sistem pengamanan kelistrikan yang mampu menopang seluruh aktivitas pelayanan medis tanpa hambatan.
“Masyarakat tidak perlu cemas dengan adanya pemadaman listrik bergilir di Trenggalek saat ini. Insyaallah, RSUD dr. Soedomo tidak terdampak sama sekali karena kami mengantongi jalur prioritas dari pihak PLN,” ujar Sujiono.
Kantongi Hak Prioritas dan Pasokan Ganda
Sebagai fasilitas kesehatan vital yang melayani ribuan pasien, RSUD dr. Soedomo masuk dalam daftar objek vital pelayanan publik. Status tersebut membuat PLN memberikan prioritas utama dalam pemenuhan suplai listrik bagi rumah sakit.
PLN juga tidak hanya mengandalkan satu gardu untuk menyuplai rumah sakit ini. Perusahaan listrik negara itu mengalirkan arus dari dua sumber pasokan listrik berbeda. Strategi interkoneksi tersebut berhasil menekan risiko mati lampu di area kritis hingga level minimal.
Sujiono membeberkan bahwa PLN menyalurkan listrik ke rumah sakit melalui dua jalur utama, yakni gardu wilayah Kecamatan Tugu dan Kecamatan Watulimo.
“RSUD ini memanfaatkan dua suplai jalur PLN sekaligus, yaitu dari jalur Tugu dan jalur Watulimo. Skemanya, jika satu jalur mengalami gangguan atau padam, sistem akan langsung mengalihkan suplai dari jalur alternatif yang satunya,” jelas Sujiono.
Keberadaan jaringan ganda ini menjadi benteng pengaman pertama. Sistem tersebut memastikan lampu ruang perawatan, instalasi gawat darurat (IGD), kamar operasi, hingga berbagai instrumen medis tetap menyala tanpa interupsi.
Siagakan Dua Unit Genset Daya 1.500 KVA
Manajemen RSUD dr. Soedomo tidak hanya mengandalkan pasokan utama dari PLN. Mereka juga menyiapkan sistem cadangan berupa dua unit genset raksasa yang siap beroperasi kapan saja saat kondisi darurat terjadi.
Kedua genset tersebut memiliki kapasitas masing-masing 650 KVA dan 850 KVA. Total daya mencapai 1.500 KVA itu dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik seluruh area rumah sakit.
“Saat ini RSUD dr. Soedomo mengelola dua genset berkapasitas 650 KVA dan 850 KVA. Insyaallah, kombinasi dua genset ini sudah mampu mencukupi seluruh kebutuhan listrik rumah sakit apabila PLN mengalami pemadaman total,” cetus Sujiono optimistis.
Kedua genset itu menjamin layanan vital seperti Intensive Care Unit (ICU), kamar operasi bedah, laboratorium klinis, ruang radiologi, hingga sistem komputerisasi medis tetap beroperasi tanpa hambatan teknis.
Manajemen Minta Masyarakat Tidak Perlu Panik
Manajemen RSUD dr. Soedomo mengimbau masyarakat agar tidak panik atau ragu berobat selama masa pemadaman listrik bergilir berlangsung. Rumah sakit telah menyiapkan prosedur dan sistem mitigasi khusus untuk menjaga keberlangsungan pelayanan dalam berbagai kondisi, termasuk cuaca ekstrem maupun gangguan jaringan listrik.
Sujiono kembali menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan pasien tetap menjadi prioritas utama seluruh civitas hospitalia. Karena itu, pihak rumah sakit telah menyiapkan seluruh sarana pendukung secara maksimal jauh sebelum potensi gangguan terjadi.
“PLN menempatkan rumah sakit sebagai skala prioritas utama dalam pelayanan publik. Berkat jaminan itu, ditambah kekuatan cadangan genset mandiri yang kami miliki, kami pastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal seperti hari-hari biasa,” pungkas Sujiono.
Melalui sistem kelistrikan berlapis yang andal ini, RSUD dr. Soedomo Trenggalek berhasil membentengi layanan kesehatan dari dampak pemadaman listrik bergilir. Langkah tersebut sekaligus memastikan masyarakat Trenggalek dan sekitarnya tetap mendapatkan layanan kesehatan prima kapan pun mereka membutuhkannya.(CIA)
Views: 9

















