Sekolah Rakyat Trenggalek Siap Tampung 1.080 Siswa, Ada Fasilitas Asrama, Lab hingga Mini Soccer

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idPemerintah Kabupaten Trenggalek terus mematangkan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) sebagai kawasan pendidikan berasrama yang terintegrasi. Pemerintah tidak hanya membangun sekolah gratis, tetapi juga menghadirkan kompleks pendidikan modern dengan berbagai fasilitas penunjang. Setelah rampung, sekolah ini akan menampung hingga 1.080 siswa mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Hingga akhir Juni 2026, tim pelaksana telah menyelesaikan 86,44 persen pekerjaan fisik. Saat ini, mereka memusatkan pekerjaan pada tahap akhir atau finishing. Pemerintah menargetkan seluruh pembangunan selesai paling lambat 30 Juli 2026 agar sekolah siap menerima siswa pada tahun ajaran baru.

Site Engineer Manager Pembangunan Sekolah Rakyat Trenggalek, Alivio Aldiguna Akhbar, mengatakan tim di lapangan telah memfungsikan sejumlah bangunan utama.

“Gedung SMP, gedung serbaguna, dan masjid saat ini sudah fungsional. Sekarang kami mengalihkan fokus penuh untuk menyelesaikan pekerjaan finishing dan landscape agar seluruh kawasan ini siap digunakan sesuai tenggat waktu,” ujar Alivio Aldiguna Akhbar.

Hadirkan Kompleks Pendidikan Terpadu

Pemerintah merancang Sekolah Rakyat Trenggalek sebagai kawasan pendidikan terpadu yang menyatukan ruang belajar, asrama, dan berbagai fasilitas penunjang dalam satu kawasan.

Kompleks tersebut mencakup tiga gedung sekolah untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Selain itu, tim pelaksana membangun delapan gedung asrama siswa, dua asrama guru, masjid, gedung serbaguna, serta laboratorium di setiap jenjang pendidikan. Masing-masing sekolah nantinya memiliki laboratorium sendiri, mulai dari laboratorium sains hingga ruang praktik.

Sediakan 36 Ruang Kelas

Perancang menetapkan kapasitas Sekolah Rakyat Trenggalek sebanyak 1.080 siswa yang akan menempati 36 ruang kelas. Pengelola membatasi setiap kelas hanya diisi sekitar 30 siswa agar proses belajar mengajar berlangsung lebih efektif.

Untuk mendukung konsep sekolah berasrama, pengelola menyediakan kamar dengan kapasitas 10 hingga 20 siswa. Mereka juga memisahkan asrama putra dan putri demi menjaga kenyamanan dan keamanan para penghuni.

Lengkapi Fasilitas Olahraga dan Ramah Disabilitas

Kompleks Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan ruang belajar. Pemerintah juga melengkapinya dengan lapangan mini soccer, lapangan basket, area ibadah yang luas, serta jalur khusus bagi penyandang disabilitas di hampir seluruh gedung.

Tim pelaksana turut melengkapi asrama dengan kipas angin, kamar mandi, toilet, dan ruang bersama untuk menunjang aktivitas sehari-hari para siswa.

Alivio menjelaskan, konsep tersebut bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman sekaligus mendukung pembentukan karakter peserta didik.

Angkat Identitas Lokal Lewat Gerbang Utama

Selain mengusung konsep modern, pemerintah juga memasukkan unsur budaya lokal ke dalam desain kawasan. Tim proyek membangun gerbang utama dengan sentuhan arsitektur tradisional khas Jawa Timuran sebagai identitas Sekolah Rakyat Trenggalek.

“Kami ingin masyarakat memandang Sekolah Rakyat ini sebagai gerbang ilmu pengetahuan yang agung. Oleh karena itu, kami mendesain gerbang depan dengan nuansa kearifan lokal agar kompleks ini memiliki identitas visual khas Trenggalek,” jelas Alivio.

Perluas Akses Pendidikan Berkualitas

Pemerintah Kabupaten Trenggalek berharap Sekolah Rakyat mampu memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus membantu memutus rantai kemiskinan.

Melalui sistem berasrama dan fasilitas yang lengkap, siswa tidak hanya memperoleh pendidikan gratis, tetapi juga mendapatkan lingkungan yang mendukung perkembangan akademik, pembentukan karakter, dan peningkatan keterampilan hidup (life skills).

Jika tim pelaksana mampu menyelesaikan seluruh pekerjaan sesuai target pada akhir Juli 2026, Sekolah Rakyat Trenggalek akan menjadi salah satu kompleks pendidikan berasrama terbesar di kawasan pesisir selatan Jawa Timur dengan kapasitas lebih dari 1.000 siswa.(CIA)

Views: 32