TRENGGALEK, bioztv.id – Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki mengirim peringatan keras kepada oknum anggota perguruan pencak silat yang berniat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Menjelang agenda pengesahan anggota baru perguruan silat, ia meminta seluruh pihak menjaga kondusivitas wilayah dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi memicu konflik.
Polres Trenggalek menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk pelanggaran hukum. Aparat siap menindak aksi konvoi liar, arak-arakan di jalan raya, pesta minuman keras, penggunaan knalpot brong, hingga tindakan provokatif yang berpotensi memicu bentrokan antarkelompok.
Untuk mengantisipasi gangguan keamanan sejak dini, Polres Trenggalek menggelar operasi pengamanan berskala besar. Jajaran kepolisian mengerahkan ratusan personel gabungan dan memperkuat pengamanan dengan bantuan pasukan Brimob Polda Jawa Timur.
“Kami benar-benar bersiaga penuh untuk mengantisipasi segala potensi gangguan keamanan yang muncul di wilayah Kabupaten Trenggalek,” tegas AKBP Ridwan Maliki.
Kerahkan 935 Personel dan Satu Kompi Brimob
Polres Trenggalek menjalankan pengamanan tahun ini dengan skala yang lebih besar. Aparat mengerahkan sebanyak 935 personel gabungan untuk mengamankan berbagai titik strategis.
Personel tersebut berasal dari unsur Polri, TNI, Dinas Perhubungan, relawan, hingga satuan tugas internal masing-masing perguruan pencak silat.
Selain itu, Polres Trenggalek juga meminta dukungan satu kompi Brimob Polda Jawa Timur untuk memperkuat pengamanan di sejumlah titik yang memiliki potensi kerawanan tinggi.
“Kami mengerahkan kurang lebih 935 personel gabungan. Kami juga mendapat dukungan satu kompi Brimob dari Polda Jawa Timur untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” jelas Ridwan.
Polisi Perketat Penyekatan dan Batasi Mobilisasi Massa
Selain mengamankan lokasi kegiatan, aparat juga memperketat penjagaan di sejumlah jalur yang selama ini menjadi akses pergerakan massa.
Melalui langkah tersebut, polisi ingin mencegah kedatangan rombongan penggembira dari luar daerah sekaligus membatasi mobilisasi anggota perguruan silat dari kecamatan menuju pusat Kota Trenggalek.
Ridwan menjelaskan bahwa jajarannya menentukan titik-titik penyekatan berdasarkan hasil analisis dan evaluasi kondisi keamanan pada tahun-tahun sebelumnya.
“Kami sudah memetakan seluruh titik penyekatan secara detail. Petugas akan berjaga di lokasi yang berdasarkan data memiliki tingkat kerawanan tinggi,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh anggota perguruan silat untuk mematuhi arahan pimpinan masing-masing dengan melaksanakan kegiatan di wilayah asal tanpa melakukan konvoi lintas daerah.
Larang Konvoi, Miras, dan Aksi Arogan
Kapolres kembali mengingatkan seluruh peserta pengesahan agar mematuhi kesepakatan bersama yang telah disetujui seluruh pihak sebelumnya.
Ia meminta para pemuda tidak menggelar konvoi kendaraan, tidak mengonsumsi minuman keras, tidak menggunakan knalpot brong, serta tidak melakukan tindakan arogan yang mengganggu kenyamanan masyarakat.
Menurut Ridwan, pengesahan anggota baru seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan dan pembinaan mental, bukan menjadi pemicu konflik sosial.
“Kita semua sama-sama warga Trenggalek dan putra daerah. Mari menjaga kerukunan serta menghormati hak masyarakat yang ingin beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ajaknya.
Polisi Siap Proses Pelanggar ke Jalur Hukum
Ridwan memastikan aparat tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang sengaja menciptakan kericuhan selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Ia menegaskan seluruh pimpinan perguruan silat di Trenggalek telah menyatakan komitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban bersama. Karena itu, polisi akan memproses setiap pelanggaran sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Jika kami menemukan oknum yang melanggar hukum atau sengaja mengabaikan aturan saat pelaksanaan pengesahan, kami akan menindak mereka secara tegas sesuai undang-undang yang berlaku,” tegasnya.
Polres Trenggalek berharap sinergi antara aparat keamanan dan seluruh pimpinan perguruan pencak silat mampu menjaga suasana tetap aman dan kondusif selama Malam 1 Suro maupun agenda pengesahan anggota baru berlangsung.
Melalui sistem pengamanan berlapis, dukungan pasukan Brimob, dan keterlibatan 935 personel gabungan, aparat menargetkan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat.(CIA)
Views: 13

















