Jangan Asal Bersihkan Sarang Tikus, Risiko Terjangkit Hantavirus Bisa Fatal

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Trenggalek mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membersihkan sarang tikus tanpa alat pelindung diri.

Dinkes menilai kebiasaan tersebut berisiko besar menularkan Hantavirus, penyakit berbahaya yang dapat menyerang paru-paru dan ginjal manusia.

Plt Kepala Dinkes PPKB Trenggalek, Andiek Muarifin, menjelaskan bahwa sarang tikus menjadi reservoir atau tempat utama penyebaran Hantavirus.

Tikus menyebarkan virus melalui urine, kotoran, dan air liur yang mengering di area sarang. Saat warga membersihkan sarang tikus secara sembarangan, partikel virus dapat beterbangan di udara lalu terhirup manusia.

“Sarang tikus menjadi tempat utama penyebaran Hantavirus. Saat warga mengganggu atau membersihkan sarang tersebut tanpa prosedur yang benar, partikel virus akan langsung menyebar melalui udara,” ujar Andiek Muarifin.

Debu Kotoran Tikus Jadi Jalur Penularan Utama

Andiek mengatakan manusia paling sering tertular Hantavirus saat menghirup debu yang tercemar urine dan kotoran tikus.

Risiko penularan meningkat tajam ketika seseorang membersihkan gudang, loteng, rumah kosong, atau area lembap tanpa memakai alat pelindung diri.

Selain melalui udara, kontak langsung dengan tikus, sarang, atau benda yang terkontaminasi juga dapat menularkan virus.

“Jika tangan Anda menyentuh mulut atau hidung setelah memegang benda yang terkontaminasi kotoran tikus, tindakan itu akan membuka jalur penularan virus ke dalam tubuh,” jelas Andiek.

Ia menambahkan, gigitan tikus yang terinfeksi Hantavirus juga dapat menularkan penyakit tersebut kepada manusia meski kasusnya jarang terjadi.

Bisa Picu Gagal Napas dan Kerusakan Ginjal

Dinkes menjelaskan infeksi Hantavirus dapat memicu dua penyakit serius, yakni Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) dan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS).

HPS menyerang paru-paru dan menyebabkan cairan memenuhi saluran pernapasan sehingga penderita mengalami sesak napas berat hingga gagal napas.

Sementara itu, HFRS menyerang ginjal dan memicu pendarahan hebat hingga gagal ginjal akut.

“Kedua penyakit akibat virus ini sangat berbahaya karena karakteristiknya bisa berkembang dengan sangat cepat. Pasien berisiko fatal atau meninggal dunia apabila terlambat mendapatkan penanganan medis,” kata Andiek.

Jangan Menyapu Kering Sarang Tikus

Andiek meminta masyarakat menghentikan kebiasaan menyapu kering atau menggunakan vacuum cleaner saat membersihkan sarang tikus.

Menurutnya, tindakan tersebut justru membuat partikel virus beterbangan dan memperbesar risiko penularan melalui saluran pernapasan.

“Debu di area sarang tikus itu memiliki potensi besar menyebarkan virus ke udara bebas,” tegasnya.

Dinkes Trenggalek pun membagikan langkah aman saat membersihkan sarang tikus:

  • Menyemprot area sarang menggunakan cairan disinfektan atau campuran pemutih pakaian dan air dengan perbandingan 1:10.
  • Menggunakan masker medis atau N95, sarung tangan karet, dan alas kaki tertutup.
  • Memasukkan material sarang ke kantong plastik tertutup sebelum membuangnya.

Gudang dan Rumah Kosong Jadi Area Rawan

Dinkes memetakan sejumlah lokasi yang rawan menjadi sarang tikus, seperti gudang, loteng, bangunan lama, dan rumah kosong.

Karena itu, Dinkes meminta masyarakat rutin menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membiarkan sampah, barang bekas, atau sisa makanan menumpuk di dalam rumah.

“Langkah pencegahan yang paling efektif harus bermula dari konsistensi kita dalam menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar. Jangan biarkan area rumah kita berubah menjadi habitat yang nyaman bagi tikus,” pungkas Andiek.(CIA)

Views: 3