TRENGGALEK, bioztv.id – Pelayanan apotek di RSUD dr. Soedomo Trenggalek menuai sorotan tajam dari Komisi IV DPRD Trenggalek. Dewan menilai tingginya volume kunjungan pasien setiap hari memicu antrean panjang di loket pengambilan obat, sehingga kondisi tersebut berpotensi mengganggu efektivitas pengobatan pasien.
Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin, mengungkapkan bahwa jumlah pasien rawat jalan di RSUD dr. Soedomo kini mencapai sekitar 800 orang per hari. Lonjakan itu membuat petugas farmasi kewalahan, terutama saat jam pelayanan sibuk.
“Jika dalam sehari pasien mencapai 800 orang, sudah pasti layanan apotek akan memicu antrean panjang. Fenomena inilah yang kini menjadi fokus perhatian serius kami,” ujar Sukarodin.
DPRD Khawatir Pasien Terlambat Minum Obat
Sukarodin menjelaskan bahwa pihak RSUD sebenarnya sudah menjalankan program pengiriman obat gratis bekerja sama dengan jasa pos untuk mengurai antrean. Melalui layanan tersebut, pasien cukup membayar ongkos kirim sekitar Rp10 ribu dan petugas pos akan mengantarkan obat langsung ke rumah.
Namun, DPRD menilai program itu belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan di lapangan, terutama bagi pasien yang harus segera mengonsumsi obat setelah menjalani pemeriksaan dokter.
“Jika pasien harus segera meminum obatnya tetapi proses antrean di apotek memakan waktu sangat lama, tentu ini menjadi persoalan serius. Pasien akhirnya terlambat mendapatkan penanganan obat,” kritik Sukarodin.
Ia meminta manajemen RSUD segera membenahi pelayanan farmasi agar tidak menjadi titik lemah yang menurunkan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit daerah tersebut.
DPRD Minta Tambah SDM dan Loket Apotek
Untuk memotong antrean panjang, DPRD mendorong manajemen RSUD dr. Soedomo menambah jumlah tenaga pelayanan kefarmasian.
Selain itu, DPRD juga meminta rumah sakit memperluas ruang pelayanan atau membuka loket apotek tambahan agar petugas dapat membagi pelayanan pasien secara lebih cepat dan merata.
“Manajemen perlu menambah SDM di bagian apotek. Jika ruangnya kurang, silakan perluas area pelayanan atau sekalian buka jaringan apotek tambahan di area rumah sakit,” tegas Sukarodin.
RSUD Segera Operasikan Layanan Cuci Darah Baru
Di tengah sorotan terhadap antrean apotek, Komisi IV DPRD juga menyampaikan kabar baik terkait pengembangan layanan kesehatan di RSUD dr. Soedomo.
Mulai bulan depan, manajemen rumah sakit siap mengoperasikan unit layanan hemodialisa atau cuci darah baru dengan kapasitas besar. Unit tersebut mampu melayani hingga 30 pasien sekaligus dalam satu sesi terapi.
“Alhamdulillah, bulan depan layanan cuci darah baru ini sudah siap beroperasi. Sekali pelayanan, mesin-mesin baru ini bisa langsung menangani 30 pasien secara bersamaan,” ungkap Sukarodin.
Kehadiran fasilitas baru itu menjadi angin segar bagi masyarakat Trenggalek. Pasien cuci darah kini tidak perlu lagi bepergian jauh atau meminta rujukan ke rumah sakit luar daerah seperti Tulungagung maupun kota lainnya.
“Ini tentu menjadi kabar yang sangat baik bagi masyarakat Trenggalek. Sekarang warga tidak perlu jauh-jauh lagi keluar daerah hanya untuk mendapatkan akses layanan cuci darah,” pungkas Sukarodin.(CIA)
Views: 11

















