TRENGGALEK, bioztv.id – Lonjakan pasien di Poli Jantung RSUD dr. Soedomo Trenggalek memicu perhatian serius DPRD Trenggalek. Komisi IV DPRD mendesak manajemen rumah sakit daerah tersebut segera menambah jumlah dokter spesialis agar tenaga medis tidak kewalahan dan kualitas diagnosis pasien tetap terjaga.
Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin, menilai jumlah kunjungan pasien di sejumlah poli spesialis, terutama Poli Jantung, sudah melampaui kapasitas ideal pelayanan medis.
Menurut Sukarodin, beban kerja ekstrem itu berpotensi menurunkan ketelitian dokter saat memeriksa pasien dalam jumlah besar.
“Jika jumlah pasien spesialis sangat banyak, manajemen harus membagi pelayanan tersebut. Sesuai aturan medis, kalau pasiennya sudah lebih dari 40 orang, maka rumah sakit wajib menyiagakan dokter spesialis lebih dari satu orang,” tegas Sukarodin.
Satu Dokter Tangani Ratusan Pasien
Sukarodin menjelaskan, secara ideal seorang dokter spesialis seharusnya hanya menangani maksimal 40 pasien per hari agar proses pemeriksaan dan diagnosis berjalan optimal.
Karena itu, ketika jumlah pasien melonjak hingga ratusan orang, rumah sakit harus segera menambah tenaga dokter di ruang praktik.
“Kalau pasiennya di atas 90 orang, minimal tiga dokter harus melayani. Bahkan jika pasien menembus 200 orang sehari, rumah sakit mestinya menyiagakan empat sampai lima dokter spesialis sekaligus,” cetusnya.
Ia menilai manajemen rumah sakit tidak boleh membiarkan satu dokter menghadapi ratusan pasien dalam satu shift pelayanan. Kondisi tersebut bisa memicu tekanan kerja berlebihan dan mengganggu fokus dokter saat menangani pasien.
“Bayangkan saja beban mental dokter yang harus memeriksa lebih dari 100 pasien dalam beberapa jam. Tekanan dan kelelahan fisik pasti terjadi, dan kondisi ini jelas mempertaruhkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat,” imbuhnya.
Gunakan Dana BLUD untuk Tambah Dokter
Meski kondisi keuangan daerah terbatas, DPRD menilai RSUD dr. Soedomo masih memiliki peluang besar untuk menambah dokter spesialis karena statusnya sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Menurut Sukarodin, manajemen rumah sakit bisa langsung memanfaatkan pendapatan layanan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, termasuk merekrut dokter spesialis tambahan tanpa bergantung penuh pada APBD.
“Karena RSUD ini sudah berstatus BLUD, maka manajemen seharusnya mengembalikan pendapatan rumah sakit untuk mendongkrak pelayanan. Salah satu prioritasnya ya menganggarkan penambahan dokter spesialis,” ujarnya.
DPRD juga meminta manajemen tidak hanya menunggu pembukaan rekrutmen ASN. Jika situasi sudah mendesak, rumah sakit harus aktif menjalin kerja sama operasional atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan rumah sakit lain maupun dokter spesialis dari luar daerah.
“Kalau belum bisa mendatangkan dokter spesialis ASN, pihak manajemen harus jemput bola dengan menjalin kerja sama operasional bersama rumah sakit lain atau mendatangkan dokter spesialis swasta dari luar kota,” terang Sukarodin.
Poli Jantung Jadi Layanan Paling Kritis
Komisi IV DPRD Trenggalek mencatat Poli Jantung saat ini menjadi layanan dengan tingkat kepadatan pasien tertinggi di RSUD dr. Soedomo.
Karena itu, DPRD berharap jajaran direksi rumah sakit segera mengeksekusi solusi penambahan dokter spesialis sebagai langkah jangka pendek sekaligus strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Trenggalek.
“Prinsip utama kami jelas, pelayanan masyarakat harus tetap maksimal dan pasien berhak mendapatkan penanganan medis yang layak serta manusiawi,” pungkas Sukarodin.(CIA)
Views: 10

















