PMII Trenggalek Serukan “Cegat Wapres Gibran”, Soroti Kerusakan Lingkungan dan Program MBG

oleh
oleh
Ketua PC PMII Trenggalek, Beni Kusuma Wardani
Ketua PC PMII Trenggalek, Beni Kusuma Wardani

TRENGGALEK, bioztv.idRencana kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka ke Kabupaten Trenggalek memicu respons kritis dari kalangan mahasiswa. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Trenggalek secara resmi menyerukan konsolidasi kader untuk menyikapi berbagai persoalan daerah yang hingga kini belum menemukan solusi konkret.

PMII menyebarkan seruan melalui poster bertajuk Konsolidasi “Cegat Wapres Gibran”, Rabu,(29/4/2026). Agenda ini menjadi ruang mobilisasi sekaligus diskusi terbuka bagi kader dan masyarakat luas untuk menyuarakan kegelisahan mereka. Pasalnya, pada Kamis,(30/4/2026), Wakil Presiden RI, Gibran Rakabunging Raka dikabarkan akan mengunjungi sejumlah kawasan di Trenggalek. Salah satunya proyek Bendungan Bagong.

Ketua PC PMII Trenggalek, Beni Kusuma Wardani, menegaskan bahwa langkah ini tidak sekadar menjadi aksi simbolis, melainkan wujud kepedulian terhadap kondisi sosial di Bumi Menak Sopal.

“Kami melihat masih banyak persoalan mendasar di Trenggalek yang belum tuntas, mulai dari kesejahteraan masyarakat hingga masalah lingkungan yang kian parah. Karena itu, kami mengajak seluruh kader melakukan konsolidasi sebagai bentuk sikap kritis,” ujar Beni.

Soroti MBG hingga Kerusakan Ekologi Kali Temon

Dalam poin konsolidasi, PMII menyoroti sejumlah isu strategis yang tengah berkembang. Mereka menilai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum berjalan optimal di lapangan. Selain itu, mereka juga menuntut pemerintah bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan di kawasan Kali Temon, Desa Ngares. Pasalnya, kerusakan ini diyakini salah satu dampak dari proyek pembangunan Bendungan Bagong.

Beni menegaskan, pemerintah pusat harus menjadikan isu-isu krusial tersebut sebagai prioritas utama, bukan sekadar latar kunjungan protokoler.

“Masalah kerusakan ekologi dan ketimpangan pelaksanaan program pemerintah harus menjadi prioritas. Kami tidak ingin kunjungan pejabat negara hanya menjadi seremoni tanpa dampak nyata bagi warga,” tegasnya.

Dialog Terbuka

PMII Trenggalek menjadikan momen konsolidasi terbuka pada Rabu Kemarin sebagai forum dialog antara kader dan masyarakat. Melalui forum ini, PMII ingin menghimpun aspirasi warga sekaligus merumuskan sikap organisasi terhadap kebijakan pemerintah yang mereka nilai belum berpihak pada rakyat kecil.

“Kami ingin menjadikan momentum ini sebagai ruang evaluasi bersama agar setiap kebijakan benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat,” kata Beni.

Mahasiswa sebagai Kontrol Sosial

PMII menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu strategis daerah dan mendorong mahasiswa aktif mengkritisi kebijakan publik secara konstruktif. Mereka menilai kehadiran pejabat negara seharusnya membuka ruang solusi, bukan sekadar agenda pencitraan.

“Kami akan memastikan setiap kebijakan pemerintah benar-benar berpihak pada rakyat, bukan hanya urusan simbolik,” pungkas Beni.(CIA)

Views: 34