TRENGGALEK, bioztv.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek mulai kembali berjalan normal. Setelah sebelumnya menghentikan sementara operasional sejumlah dapur penyedia makanan, Satgas MBG kini mengaktifkan kembali satu dapur, sementara tiga dapur lainnya masih menunggu hasil evaluasi lanjutan.
Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Sunarto, mengonfirmasi bahwa timnya telah mengaktifkan kembali dapur di wilayah Pogalan yang berada di bawah naungan Yayasan Mulia Hiroku Gakkou.
“Kami sudah mengaktifkan kembali satu dari empat dapur yang sebelumnya kami hentikan, yaitu SPPG Pogalan. Masa suspend-nya tidak sampai dua minggu karena pengelola berhasil memenuhi syarat operasional,” jelas Sunarto.
3 Dapur Masih Belum Penuhi Standar
Meski satu dapur sudah kembali beroperasi, tiga dapur lainnya masih belum memenuhi standar operasional. Ketiga dapur tersebut berada di:
- SPPG Bendungan Suren (Yayasan Bamboe Future)
- Yayasan Ar Rahman (Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo)
- Yayasan Al Mursyid (Desa Ngetal, Kecamatan Pogalan)
Sunarto menegaskan bahwa pihaknya mewajibkan setiap dapur yang dihentikan untuk menjalani asesmen ulang sebelum kembali beroperasi.
“Setiap dapur harus menjalankan seluruh rekomendasi perbaikan. Setelah itu, mereka baru bisa mengajukan permohonan operasional kembali,” tegasnya.
Fokus Utama: Perbaikan Prosedur dan Tata Kelola
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar masalah berasal dari lemahnya prosedur operasional dan tata kelola dapur. Tim Satgas menemukan kekurangan dalam aspek pengolahan makanan hingga kebersihan fasilitas.
“Tim kami menemukan masalah utama pada prosedur dan tata laksana dapur. Karena itu, kami terus turun langsung untuk memastikan pengelola benar-benar melakukan perbaikan,” imbuh Sunarto.
Pengawasan ketat ini bertujuan memastikan makanan yang diterima anak-anak tetap aman dan memenuhi standar gizi.
61 Dapur Tetap Beroperasi Normal
Di tengah evaluasi tersebut, sebagian besar dapur MBG di Trenggalek tetap beroperasi normal. Dari total 64 dapur, sebanyak 61 dapur masih aktif melayani masyarakat.
“Saat ini 61 dapur masih berjalan, sementara tiga lainnya masih dalam status suspend. Untuk sementara, kami belum merencanakan penambahan dapur baru,” ungkapnya.
Kualitas Jadi Prioritas Utama
Pemerintah Kabupaten Trenggalek menegaskan bahwa mereka mengutamakan kualitas dibanding sekadar kuantitas layanan. Evaluasi ketat menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan program.
Pemerintah berharap pengelola dapur yang masih bermasalah segera melakukan pembenahan agar seluruh layanan MBG dapat kembali berjalan optimal.
“Kami ingin memastikan semua dapur benar-benar siap, baik dari sisi fasilitas maupun manajemen. Dengan begitu, ke depan tidak ada lagi kendala,” pungkas Sunarto.(CIA)
Views: 24
















