Akselerasi Ekonomi Desa! TMMD 128 di Gandusari Jadi “Jalan Pintas” Pembangunan Trenggalek

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idPemerintah Kabupaten Trenggalek tidak membiarkan keterbatasan anggaran menghambat pembangunan di wilayah terpencil. Pemkab kini mengandalkan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) untuk mempercepat konektivitas dan pemerataan infrastruktur antarwilayah.

Pemkab Trenggalek bersama TNI resmi menjalankan program TMMD ke-128 tahun 2026 di Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari. Pemerintah daerah memberi apresiasi tinggi terhadap program ini karena mampu menjawab kebutuhan dasar warga, mulai dari akses jalan hingga fasilitas publik.

Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhammad Natanegara, menegaskan bahwa TMMD menjadi solusi nyata di tengah keterbatasan fiskal daerah.

“Program ini sangat membantu kami saat anggaran terbatas. Infrastruktur yang sebelumnya sulit kami jangkau kini mulai terbuka berkat sinergi dengan TNI,” ujar Syah.

Buka Akses Jalan, Hidupkan Ekonomi Warga

Syah menilai pembangunan akses jalan menjadi kunci utama untuk mendongkrak ekonomi masyarakat desa. Jalur transportasi yang terbuka langsung memperlancar distribusi hasil pertanian dan meningkatkan mobilitas warga.

Ia berharap TMMD di Sukorejo menjadi titik awal pemerataan pembangunan di wilayah terisolasi.

“Kami ingin konektivitas ini menciptakan peluang ekonomi baru bagi warga. Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi investasi jangka panjang untuk masa depan desa,” jelasnya.

Keberhasilan serupa sebelumnya sudah terlihat di Kecamatan Pule, di mana perbaikan akses jalan langsung meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Prioritaskan Wilayah Terpencil

Pemerintah daerah bersama TNI secara aktif menentukan lokasi TMMD berdasarkan kebutuhan riil di lapangan, bukan secara acak. Mereka memprioritaskan wilayah tertinggal yang membutuhkan percepatan pembangunan.

“Kami memilih wilayah yang benar-benar membutuhkan bantuan mendesak agar masyarakat langsung merasakan manfaatnya,” tambah Syah.

Ia juga menilai kolaborasi lintas sektor ini membuat pembangunan berjalan lebih efektif dan efisien dibandingkan skema proyek biasa.

Sasar Jalan hingga Air Bersih

Kepala Staf Korem 081/Dhirotsaha Jaya, Letkol Infanteri Maine Helmi, menjelaskan bahwa TMMD menyasar berbagai sektor vital sekaligus.

“Kami membangun akses jalan, merenovasi rumah tidak layak huni, menjalankan program jambanisasi, dan menyediakan sarana air bersih bagi warga,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa TNI merancang program ini untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh melalui pembangunan terintegrasi.

Sinergi Efisien dan Berkelanjutan

Pemkab Trenggalek menjalankan TMMD secara bergilir melalui mekanisme pengajuan dua tahunan. Skema ini terbukti mampu menekan beban APBD sekaligus mempercepat pembangunan di lapangan.

Kolaborasi ini membuktikan bahwa percepatan pembangunan tidak selalu bergantung pada besarnya anggaran, tetapi pada strategi dan sinergi yang tepat antara pemerintah dan TNI.

Dengan dimulainya TMMD ke-128 di Gandusari, desa-desa yang selama ini terisolasi kini mulai terhubung. Akses yang terbuka membawa harapan baru bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di seluruh wilayah Trenggalek.(CIA)

Views: 18