Edi Santoso Terpilih Jadi Komisaris PT JET, Kini Rangkap 3 Jabatan Strategis di Trenggalek

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – PT Jwalita Energi Trenggalek (PT JET) kembali menarik perhatian publik setelah Bupati Trenggalek menunjuk Edi Santoso sebagai komisaris baru. Dari empat calon yang mendaftar, Edi meraih nilai tertinggi dan langsung menambah daftar jabatan yang kini ia emban sebagai Kepala DPMPTSP.

Saat ini, Edi masih menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Trenggalek sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud). Dengan penunjukan baru ini, ia resmi merangkap tiga kursi strategis di lingkup pemerintahan dan BUMD.

Proses Seleksi Ketat, Edi Raih Nilai Tertinggi

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Trenggalek, Cusi Kurniawati, menjelaskan bahwa panitia seleksi menggelar tahapan ketat, mulai dari administrasi, uji kelayakan dan kepatutan (UKK), hingga wawancara akhir. Dari empat kandidat yakni, Edi Santoso, Saeroni, Edif Hayunan, dan Saniran, Edi unggul dengan skor tertinggi sejak awal hingga tahap akhir.

“Tim UKK memberikan rekomendasi, lalu Bupati menentukan siapa yang paling layak. Hasilnya, Pak Edi terpilih karena nilainya paling tinggi,” ujar Cusi, Senin (15/9/2025).

Cusi menambahkan, Pemkab akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 17 September 2025 untuk menetapkan hasil seleksi. Setelah SK Bupati keluar, Edi mulai bekerja per 1 Oktober 2025 menggantikan Anik yang pensiun.

Harapan Tinggi, Tantangan Berat

Sebagai komisaris, Edi mengemban tugas mengawasi jalannya perusahaan. Dengan kondisi PT JET yang kerap DPRD soroti, publik berharap Edi bisa memperbaiki kinerja perusahaan.

“Kami berharap Pak Edi bisa bekerja lebih keras, membawa PT JET berkembang, sekaligus mengembalikan kepercayaan publik,” jelas Cusi.

Pemkab juga menyiapkan rencana penyertaan modal terbatas untuk PT JET berupa pembelian dispenser senilai Rp1 miliar. Pemda awalnya menargetkan realisasi pada 2026, tetapi kemungkinan besar baru bisa melaksanakan pada 2027.

“Kemungkinan besar kami lakukan bersamaan dengan penyertaan modal ke BPR Jwalita pada 2027 mendatang,” tandasnya.(CIA)

Views: 236