TRENGGALEK, bioztv.id – Sebuah tempat usaha penggilingan padi di Dusun Ngrandu, Desa Kendalrejo, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek hangus terbakar pada Sabtu malam (5/7/2025). Insiden ini diduga kuat akibat kelalaian pengelola, yang menyebabkan kerugian material mencapai puluhan juta rupiah.
Kronologi Kebakaran Penggilingan Padi di Durenan Trenggalek
Menurut data dari Satpol PPK Trenggalek, api pertama kali terlihat sejak siang hari, sekitar pukul 13.00 WIB, berasal dari tumpukan sekam di area penggilingan padi. Meski warga sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya hingga sore hari, bara api ternyata belum sepenuhnya padam.
Situasi memburuk saat malam hari, sekitar pukul 20.50 WIB. Api kembali membesar dan dengan cepat melahap seluruh bangunan penggilingan padi seluas 8 x 12 meter persegi milik Kabul Muhtar (64), warga setempat. Novita, salah seorang warga yang melihat kejadian tersebut, segera menghubungi nomor aduan pemadam kebakaran.
Respons Cepat Damkar Trenggalek Padamkan Api
Kepala Satpol PPK Trenggalek, Habib Solehudin, membenarkan kejadian kebakaran penggilingan padi ini. Ia menjelaskan bahwa petugas Damkar Trenggalek langsung bergerak cepat setelah menerima laporan pada pukul 20.51 WIB.
“Setelah laporan masuk, petugas berangkat dua menit kemudian. Tiba di lokasi pukul 21.07 WIB, langsung melakukan pemadaman dan prosesnya selesai total sekitar pukul 22.40 WIB,” jelas Habib saat dikonfirmasi pada Minggu (6/7/2025).
Dalam operasi pemadaman ini, Damkar Trenggalek mengerahkan 19 personel dengan dua unit mobil pemadam dan satu mobil water supplier. Sebanyak 16 ribu liter air digunakan untuk memadamkan kobaran api yang sempat membesar. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, meskipun kerugian material ditaksir mencapai Rp 80 juta.
Kelalaian dan SOP Keselamatan Kerja Jadi Sorotan Utama
Dari hasil penyelidikan awal, penyebab kebakaran penggilingan padi ini diduga kuat akibat kelalaian. Api dipicu oleh knalpot mesin penggilingan padi yang terlalu dekat dengan tumpukan sekam, sehingga memicu bara api yang menyala perlahan sejak siang hari.
“Inilah yang kami sayangkan. Potensi bahaya seperti ini sebenarnya bisa dicegah kalau SOP keselamatan kerja diterapkan dengan disiplin. Lokasi sekam seharusnya jauh dari sumber panas,” tegas Habib.
Imbauan untuk Pelaku Usaha di Trenggalek
Habib mengingatkan bahwa kejadian ini harus menjadi pelajaran penting bagi para pelaku usaha, khususnya usaha penggilingan padi di wilayah pedesaan, agar tidak mengabaikan standar keamanan lingkungan usaha.
“Jangan anggap remeh. Sekecil apa pun potensi bahaya, harus diantisipasi. Kami minta pelaku usaha penggilingan maupun usaha berbasis bahan mudah terbakar lebih disiplin dalam penataan lokasi usahanya,” tambahnya.
Satpol PPK Trenggalek juga mengapresiasi respons cepat masyarakat yang sigap melapor, serta kerja sama lintas instansi seperti Polsek, Koramil Durenan, BPBD, perangkat desa, TAGANA, PLN, hingga warga sekitar yang membantu proses pemadaman.
Penyelamatan Aset dan Peringatan Musim Kemarau
Meskipun terjadi kerugian, petugas berhasil menyelamatkan aset senilai Rp 200 juta milik pemilik usaha berkat koordinasi cepat dan sigap di lapangan.
Habib juga berharap masyarakat terus waspada di musim kemarau saat ini, karena potensi kebakaran bisa meningkat akibat cuaca panas dan kelalaian kecil yang kerap diabaikan.
“Jangan tunggu kejadian. Segera cek ulang keamanan di area usaha, termasuk kabel, sumber panas, tumpukan bahan mudah terbakar, dan pastikan jarak aman dengan mesin produksi,” tutup Habib. (CIA)
Views: 146

















