Miris, Bocah 9 Tahun Ini Saksikan Ibunya Dibunuh di Kamar Hotel Jaas Trenggalek

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Seorang bocah laki laki berusia sembilan tahun hanya bisa membeku ketakutan ketika menyaksikan langsung ibunya dibunuh dengan brutal di hadapannya. Bukan hanya menjadi saksi, ia juga sempat menjadi korban kekerasan sebelum akhirnya dikurung bersama jasad ibunya di dalam kamar hotel selama lebih dari dua jam.

Peristiwa mengerikan ini terjadi di kamar 723 Hotel Bukit Jaas Permai, Trenggalek, pada Rabu, 9 April 2025. Pelakunya, Slamet Efendi (41), warga Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, Trenggalek. Pelau diketahui sebagai kekasih korban, YN (34), warga Kecamatan Sawo, Kabupaten Ponorogo.

Tanpa rasa kasihan, pelaku menjemput AMN (9), anak korban, dari sekolahnya di MI Dermosari. Bocah itu dibawa ke hotel Jaas Trenggalek sebagai umpan, agar korban bersedia menemui pelaku. Karena, selama beberapa waktu terakhir, pelaku kesulitan mengajak korban untuk bertemu.

“Setelah korban datang, terjadilah pertengkaran yang berujung pembunuhan sadis. Tragisnya, semua itu disaksikan langsung oleh anak korban,” ungkap Kasatreskrim Polres Trenggalek, AKP Eko Widiantoro.

Dalam kondisi tak memahami sepenuhnya apa yang terjadi, AMN melihat bagaimana ibunya dianiaya secara membabi buta. Palu yang telah dibawa pelaku dari rumah menjadi senjata utama. Kepala, wajah, dan tubuh korban dihantam berkali-kali. Suara benturan dan jeritan ibunya menjadi memori yang tak akan mudah hilang dari benak anak kecil itu.

Ironisnya, AMN tak hanya menjadi saksi. Ia turut dipukul pelaku delapan kali di kepala dan empat kali di dada. Tak cukup sampai di situ, ia dikurung dalam kamar bersama jasad ibunya yang sudah bersimbah darah selama sekitar dua jam, dari pukul 10.00 WIB hingga pelaku menyerahkan diri ke Polres Trenggalek sekitar pukul 12.15 WIB.

“Saat petugas datang ke lokasi, anak korban masih terkunci di dalam kamar hotel bersama jenazah ibunya. Langsung kami evakuasi dan bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan dan pendampingan,” jelas AKP Eko.

Polisi memastikan pembunuhan ini dilakukan secara terencana. Dari mulai menjemput anak korban, membawa palu dari rumah, hingga mengirimkan foto anak kepada korban agar mau datang ke hotel, semua bagian dari skenario manipulatif pelaku.

“Anak ini benar-benar dijadikan alat. Dijadikan umpan. Tapi yang paling menyedihkan, dia juga harus menyaksikan ibunya dihabisi di depan matanya sendiri,” tambahnya.

Kondisi psikologis AMN saat ini masih dalam pengawasan ketat. Ia menjadi korban kekerasan fisik dan trauma psikis berat. Saat ini AMN masih menjalani perawatan medis di RSUD Dr.Soedomo Trenggalek. Pihak rumah sakit juga sudah berkoordinasi dengan dinas sosial untuk memberikan pendampingan secara intensif.(CIA)

Views: 8