Pelaku Pembunuhan di Hotel Trenggalek Seorang Pekerja Lepas di SMP Negeri & Korban Bidan

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Tragedi berdarah yang terjadi di kamar 723 Hotel Bukit Jaas Permai, Trenggalek, tak hanya menyisakan luka mendalam bagi keluarga korban. Fakta-fakta yang terungkap dalam penyelidikan juga menunjukkan potret relasi yang rumit diwarnai kecemburuan. Status pernikahan tersangka juga masih menggantung di pengadilan agama.

Pelaku pembunuhan, Slamet Efendi (41), ternyata masih berstatus seorang suami. Meski mengaku sedang dalam proses cerai, status hukum pernikahannya belum rampung. Di sisi lain, korban YN (34), seorang janda anak satu  asal Desa Pangkal, Kecamatan Sawo, Kabupaten Ponorogo, dikenal sebagai perempuan mandiri: sebagai bidan di salah satu klinik.

Keduanya disebut telah menjalin hubungan asmara selama dua tahun. Namun, di balik hubungan itu, tersimpan ketegangan yang perlahan-lahan memuncak.

“Pelaku saat ini masih dalam proses mengurus cerai dengan istrinya yang sah. Sementara korban memang sudah berstatus janda,” ungkap Kasatreskrim Polres Trenggalek, AKP Eko Widiantoro.

Dari sisi ekonomi dan pekerjaan, pelaku hanyalah seorang pekerja lepas di salah satu SMP Negeri di Kecamatan Durenan. Sementara korban memiliki penghasilan mandiri dari dua sumber usaha pribadi dan praktik kebidanan di salah satu klinik.

Dari penyelidikan polisi, Slamet Efendi diduga kuat merencanakan pembunuhan terhadap YN. Ia menjemput anak korban dari sekolah, membawanya ke hotel, lalu memancing korban agar datang dengan mengirimkan foto anaknya. Ketika YN datang sekitar pukul 09.00 WIB, terjadi pertengkaran hebat yang berujung pada pembantaian menggunakan palu besi.

Ironisnya, anak korban yang masih berusia 9 tahun ikut menjadi sasaran kekerasan, bahkan disekap bersama jenazah ibunya selama dua jam lebih. Peristiwa keji itu terjadi pada Rabu, 9 April 2025, dan pelaku baru menyerahkan diri ke polisi sekitar pukul 12.15 WIB.

“Ini bukan tindakan spontan. Ada unsur perencanaan yang kuat. Pelaku membawa palu dari rumah, menggunakan anak korban sebagai umpan, dan akhirnya melakukan pembunuhan disertai kekerasan terhadap anak,” pungkas AKP Eko.(CIA)

Views: 16