Tragedi Pesilat Rusak Polsek Watulimo, Bupati Trenggalek Pastikan Ada Potensi Pembekuan Kegiatan

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id –  Tragedi anarkis yang melibatkan ratusan anggota perguruan pencak silat di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, terus menjadi perhatian publik. Kantor Polsek Watulimo dirusak, dan tiga anggota polisi terluka. Menanggapi kejadian ini, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyatakan akan mengkaji pembekuan kegiatan perguruan pencak silat di wilayahnya.

Bupati yang akrab disapa Mas Ipin tersebut mengecam keras aksi beringas massa pada Selasa dini hari (21/1/2025). Tindakan perusakan dan kekerasan yang dilakukan oleh para anggota perguruan sama sekali tidak dibenarkan. Ia menilai, tindakan tersebut jauh dari nilai-nilai luhur pencak silat yang mengajarkan sikap kesatria dan akhlak mulia.

“Pemerintah daerah sedang mengkaji kemungkinan sanksi atau pembekuan kegiatan perguruan silat seperti ini,” ujar Mas Ipin.

Menurut Mas Ipin, insiden perusakan yang membahayakan nyawa orang lain dan merusak fasilitas negara tidak dapat ditoleransi. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan mengkaji apakah izin kegiatan perguruan tersebut perlu dibekukan sementara atau diberikan teguran keras.

“Kalau sampai ada perusakan aset negara, apalagi membahayakan nyawa orang lain, tentu harus ada tindakan tegas. Saat ini, hukum sedang berjalan, dan kami di pemerintahan juga mengkaji langkah selanjutnya,” tegasnya.

Akar Masalah dan Aksi Anarkis

Kerusuhan bermula dari perkelahian antar-perguruan silat di Desa Tasikmadu, Watulimo, pada Minggu (19/1/2025). Salah satu pihak melaporkan insiden tersebut ke Polsek Watulimo, yang kemudian menangkap seorang pelaku dari kelompok pencak silat. Namun, penangkapan ini memicu kemarahan rekan-rekan seperguruannya, yang menuntut pembebasan pelaku.

Ratusan massa mendatangi Kantor Polsek Watulimo pada Senin malam (20/1/2025) sekitar pukul 19.00 WIB. Ketidakpuasan atas penjelasan polisi berujung pada aksi perusakan. Massa melemparkan batu dan potongan kayu, merusak kaca jendela, genting, dan fasilitas lain di kantor tersebut. Tiga anggota polisi terluka akibat lemparan benda keras.

Langkah Tegas Pemerintah

Dalam upaya menjaga stabilitas dan keamanan, pemerintah daerah dan aparat penegak hukum berjanji mengambil tindakan tegas. Saat ini sejumlah terduga pelaku perusakan telah diamankan, dan proses hukum akan dilakukan sesuai prosedur.

Dengan insiden ini, pemerintah Kabupaten Trenggalek berharap ada kesadaran dari semua pihak bahwa seni bela diri adalah sarana untuk membangun karakter, bukan alat untuk menciptakan konflik dan kekerasan. Mas Ipin menegaslan bahwa insiden ini menjadi pengingat pentingnya anggaote pergruuan silat berpedoman menjadi bagian dari IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia). Yakni dengan fokus pada pembentukan karakter pesilat yang berakhlak mulia

“Jika tidak, maka pemerintah daerah juga akan mengambil langkah tegas demi menjaga ketertiban masyarakat,” pungkasnya. (CIA)

Views: 5