Serukan Perdamaian, GP Ansor Trenggalek Kecam Aksi Massa Pesilat Rusak Mapolsek Watulimo

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Insiden kerusuhan yang melibatkan sekelompok anggota perguruan silat di Polsek Watulimo, Trenggalek, terus menjadi perhatian publik. Peristiwa ini memicu berbagai tanggapan, salah satunya dari Ketua GP Ansor Trenggalek, Muhammad Izuddin Zakki alias Gus Zaki, yang mengecam aksi anarkis tersebut.

Dalam keterangannya, Gus Zaki menyayangkan aksi anarkis yang terjadi dan menyerukan pentingnya musyawarah sebagai solusi atas segala permasalahan.

“Kita ini negara yang sangat mengutamakan musyawarah. Jika ada masalah, semuanya bisa diselesaikan dengan cara bermusyawarah. Jangan sampai ada aksi massa, apalagi yang berujung pada kekerasan,” ujarnya,

Gus Zaki juga meminta semua pihak, baik perguruan silat maupun aparat kepolisian, untuk menahan diri dan mencegah meluasnya konflik menjadi perpecahan horizontal.

“Semua pihak harus duduk bersama dan menyelesaikan ini dengan kepala dingin. Jangan sampai tindakan seperti ini merusak tatanan masyarakat dan menciptakan konflik yang lebih besar,” tambahnya.

Imbauan Untuk Generasi Muda

Dalam keterangannya, Gsu Zaki juga menyampaikan imbauan khusus kepada generasi muda agar lebih bijak dalam bertindak dan tidak mudah terprovokasi.

“Ingat, kalian masih muda. Masa depan kalian masih panjang. Jangan asal ikut-ikutan atau bertindak tanpa berpikir. Setiap tindakan punya konsekuensi hukum, dan itu harus kalian pertanggungjawabkan secara pribadi,” tegas Gus Zaki.

Akar Masalah Kerusuhan

Kerusuhan bermula dari perkelahian antar-perguruan silat di Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, pada Minggu (19/01/2025). Salah satu pihak melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Watulimo, hingga polisi menangkap seorang pelaku dari salah satu kelompok perguruan silat. Penangkapan ini memicu reaksi dari rekan-rekan pelaku yang menuntut pembebasan temannya.

Ratusan massa mendatangi Polsek Watulimo pada Senin malam (20/01/2025) dan mulai melakukan tindakan anarkis ketika tuntutan mereka tidak dipenuhi. Massa melempari kantor polisi dengan batu dan kayu, hingga menyebabkan kerusakan pada kaca jendela, genting, serta fasilitas lainnya.

Tindakan Tegas Aparat

Saat ini, polisi telah mengamankan sejumlah terduga pelaku kerusuhan untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. Sementara itu, pemerintah daerah berupaya meredam situasi dengan mengajak berbagai pihak untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

Gus Zaki menegaskan, insiden ini seharusnya menjadi pelajaran penting bagi semua pihak, khususnya para anggota perguruan silat, untuk lebih memahami nilai-nilai luhur bela diri. Pemerintah dan organisasi masyarakat seperti GP Ansor berharap insiden ini tidak terulang di masa mendatang, serta mengajak semua elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga perdamaian di Trenggalek.

“Pencak silat adalah warisan budaya yang mengajarkan kesatria dan akhlak mulia, bukan alat untuk menciptakan konflik,” pungkasnya.(CIA)

Views: 0