TRENGGALEK, bioztv.id – Warga Trenggalek menjadi korban meninggal dunia usai terlibat bentrok antar pesilat indonesia di Taiwan, wakil ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi turut angkat bicara. Aksi tawuran itu merupakan hal yang tak berguna, terlebih aksi itu dilakukan di negeri orang. Doding juga turut berduka atas meninggal i korban asal Trenggalek.
Mengacu keterangan wakil ketua DPRD Trenggalek, pihaknya mengaku sangat prihatin atas insiden tawuran antar pesilat Indonesia di taiwan. Terlebih aksi tersebut melibatkan warga Trenggalek. Bahkan 1 korban juga meninggal dunia. Padahal, niat awal mereka Ke Taiwan untuk bekerja. Seharusnya sesampainya disana mereka juga bekerja dengan benar untuk keluarga dan meraih kesuksesan. Namun justru melakukan tawuran.
Lebih lanjut Wakil Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi menyampaikan, Tawuran merupakan hal yang tidak berguna. Terlebih dilakukan di negeri orang hingga merenggut nyawa. Pihaknya berharap insiden tawuran seperti itu menjadi yang terakhir kali dan tidak terjadi lagi dikemudian hari. sebenarnya kalau di Trenggalek sendiri tidak ada masalah antar perguruan pencak silat. Karena perguruan itu sebenarnya sebuah budaya yang haru dilestarikan dengan cara cara yang baik.
Melansir dari laporan Taiwan News, tawuran antar kelompok pesilat yang melibatkan PMI pada 2 september 2023 ini terjadi di luar stasiun kereta api Taiwan Barat, tepatnya di Kota Changhua. Dalam bentrokan kelompok pesilat PMI itu mengakibatkan satu kematian, dan satu orang cedera serius. Akibat kejadian ini Polisi Taiwan mengamankan 29 orang. Selanjutnya, dari 29 orang tersebut 15 orang diantaranya ditetapkan sebagai tersangka. Polisi juga menemukan adanya sejumlah senjata tajam yang diduga digunakan untuk tawuran.
Views: 78
















