Apresiasi Aksi Warga, DPRD Trenggalek Pacu Jalan Rusak Munjungan-Dongko Diperbaiki Tahun Depan

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Kerusakan parah pada jalan penghubung antar Kecamatan Munjungan dan Dongko akhirnya mendapat perhatian serius dari DPRD Trenggalek. Warga dari dua kecamatan yang mengandalkan jalan tersebut untuk aktivitas ekonomi menyampaikan aspirasinya ke DPRD Trenggalek. Hasilnya tahun depan dijanjikan akan mulai dibangun.

Wakil Ketua DPRD Trenggalek, M. Hadi, menyebutkan bahwa jalan penghubung mulai dari Desa Masaran, Kecamatan Munjungan hingga Desa Pandean, Kecamatan Dongko sudah mengalami kerusakan berat selama puluhan tahun. Kondisi ini semakin memprihatinkan karena sebagian besar ruas jalan belum tersentuh pembangunan.

“Kami sangat mengapresiasi aspirasi warga. Banyak masyarakat yang setiap hari melintasi jalan rusak itu untuk bekerja, baik sebagai petani, buruh tani, nelayan, maupun pedagang sayur, ujar Hadi.

Ia juga mengungkapkan, selama ini warga berupaya memperbaiki jalan secara swadaya. Namun, usaha tersebut tidak cukup untuk mengatasi kerusakan yang semakin parah.

“Dulu masyarakat hanya bisa menambal seadanya, tapi sekarang kondisi jalan sudah tidak bisa diatasi dengan swadaya saja,” tambahnya.

Menurut Hadi, jalan ini menjadi penghubung vital bagi masyarakat Munjungan dan Dongko, terutama mereka yang memiliki lahan pertanian atau aktivitas ekonomi di Munjungan. Kondisi jalan yang buruk berdampak langsung pada perekonomian warga.

Setelah mendengar aspirasi warga dalam pertemuan bersama DPRD dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, disepakati bahwa Dinas PUPR akan mengalokasikan dana darurat sebesar Rp 500 juta untuk perbaikan sementara pada Februari 2025.

“Ini akan menjadi langkah awal. Sisanya akan dilanjutkan dalam perubahan anggaran tahun depan,” jelas Hadi.

Ia juga menegaskan bahwa DPRD Trenggalek, terutama Komisi 3 dan anggota dewan dari daerah pemilihan Dongko-Munjungan, mendukung penuh penyelesaian pembangunan jalan ini.

“Kami prinsipnya mendukung penuh. Jalan ini memang harus menjadi prioritas pembangunan,” tegasnya.

DIberitakan sebelumnya, Puluhan tahun menjadi jalur vital bagi warga Kecamatan Munjungan dan Dongko, jalan di kawasan hutan Plumpit kini berubah menjadi momok. Sepanjang lebih dari 3 kilometer, akses ekonomi utama ini rusak parah, sehingga menyulitkan aktivitas masyarakat. Tak tahan dengan kondidi ini ratusan warga dari dua kecamatan akhirnya gruduk kantor DPRD. (CIA)

Views: 2